Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Artikel Utama

Abby Sunderland, Pelaut Muda

14 Juni 2010   20:03 Diperbarui: 26 Juni 2015   15:32 537 0

[caption id="attachment_167125" align="alignright" width="300" caption="Abby Sunderland/Admin (Insidesocal.com)"][/caption] Beberapa minggu belakangan ini, ketika masyarakat Indonesia dihebohkan peredaran video porno yang ditengarai mirip artis ternama, masyarakat dunia baru saja dihebohkan oleh panggilan emergency dari seorang remaja yang sedang mengarungi dunia di laut lepas. Dia adalah Abby Sunderland dari California, USA yang bercita-cita menjadi salah satu pelaut termuda yang mengelilingi dunia seorang diri (http://www.abbysunderland.org/). Abby Sunderland adalah perempuan remaja yang mencoba memilih sesuatu yang berbeda dari kebanyakan remaja lainnya. Ketika banyak remaja seusianya menghabiskan waktu dengan party, blackberry, dan hanging out ke mall-mall, dia justru memilih menjadi pelaut ulung. Kakaknya, Zac Sunderland, adalah juga pelaut yang telah dinobatkan sebagai anak muda yang berhasil mengarungi lautan seorang diri, unassisted. Abby telah berada di lautan sejak 23 January 2010 dan ketika dia menyalakan panggilan darurat pada 10 Juni 2010, dia sedang berada di tengan perairan India, sekitar 2000 miles dari Australia. Sebelum situasi genting terjadi, ia menuliskan dalam blognya kalau banyak angin kencang menerpa boatnya dan dia berusaha untuk menghadapi situasi sulit tersebut. Sampai kemudian datang badai yang membuat boatnya tidak bisa dioperasikan dan mematikan komunikasi dengan orang tuanya. Saat ini ia sudah dievakuasi oleh tim dari Australia dan Perancis. Abby berharap, ia akan mengarungi lautan lagi suatu hari nanti karena upayanya saat ini tidak bisa dilanjutkan. Saya amat terkesan dengan keberanian dan kegigihan seorang remaja seperti Abby. Ia masih 16 tahun dan sudah memiliki keberanian seperti itu. Meski menuai banyak kritik dari berbagai pihak karena usia Abby yang masih muda, orang tua Abby mengizinkan dia untuk mennggapai gelar pelaut muda. Ini mengingatkan saya pada bagaimana kita sebagai orang tua seringkali terlalu memproteksi anak-anak kita. Anak saya yang pertama, misalnya, tidak saya perbolehkan memegang benda tajam seperti gunting sampai dia berusia 6 tahun. ketika dia masuk SD. Anak saya yang kedua yang baru berusia 4 tahun, ternyata bisa memakai gunting. Selidik punya selidik, ternyata di TKnya, dia diajarkan bagaimana cara memakai gunting dan memotong kertas. Semoga keteladanan dan keberanian Abby menjadi cermin bagi kita sebagai orang tua dan remaja lain untuk punya keberanian menghadapi berbagai tantangan hidup dan tidak takut mencoba hal-hal baru yang positif.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan