Mohon tunggu...
KOMENTAR
Travel Story Pilihan

Kota Lama, Oase Baru Semarang

26 Agustus 2019   08:52 Diperbarui: 26 Agustus 2019   09:11 125 1
Kota Lama kota Semarang saat saya masih kecil merupakan kawasan kumuh, dengan bangunan tua tegar tapi tak terurus. Tempat tinggal para begal dan penodong, sehingga para pengunjung kota Semarang, harus menunggu matahari bergeser ke atas, bila turun di stasiun Tawang, daripada nekad menuju hotel atau rumah keluarga, kena todong di sekitar Kota Lama. Para penodong dengan mudah melarikan diri dan bersembunyi di antara bangunan tua.

Revitalisasi

Dulu orang berkunjung ke Semarang dengan tujuan utama wisata kuliner, karena di Semarang banyak kuliner enak dengan harga murah. Sebut saja Sego Ayam, Lunpia, Wingko Babat, Moci, Bistik Kambing, Soto Ayam, Mie Jowo, Nasi Langgi, Lontong Cap Go Me, Tahu Pong Gimbal Urang, Tahu Petis,  dan aneka kuliner lainnya yang membuat Anda harus mengatur diet sepulangnya dari berlibur di kota Semarang.

Kini, seiring dengan selesainya program revitalisasi Kota Lama, Kota Lama didaulat menjadi magnet wisata baru yang tidak boleh dilewati pada saat berlibut ke ibukota provinsi Jawa Tengah ini.

Malam hari kesan seram sudah sirna, tergantikan oleh terangnya cahaya lampu taman. Gedung-gedung lama banyak yang disulap menjadi cafe, restoran dan rumah makan modern. Contohnya, Spiegel Bar & Resto yang menjajakan gabungan kuliner nusantara, Asia dan Western.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun