Mohon tunggu...
KOMENTAR
Gayahidup Pilihan

Sebelum Kuliah adalah Waktu yang Tepat untuk Selingkuh, Kenapa?

12 September 2020   19:04 Diperbarui: 12 September 2020   19:10 35 11

Teman-teman Kompasianer pasti banyak yang langsung triggered kan setelah membaca judul saya? Pasti banyak yang heran juga kan kenapa saya seolah mendukung perselingkuhan?

Eitss, tenang dulu guys. Judul tersebut bukanlah clickbait, saya memang mendukung perselingkuhan sebelum seseorang memasuki masa kuliah. Tulisan ini pun kebanyakan berdasarkan dari pengalaman pribadi saya sendiri sebagai seorang lelaki dan berikut argumentasi saya.

Cepat atau Lambat Laki-laki Pasti Selingkuh
Ya, selingkuh ibarat bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Bisa saat kita SD, SMP, SMA, bahkan saat sudah menikah dan berkeluarga sekalipun.

Maka dari itu, saya meng-encourage teman-teman untuk mencoba selingkuh sedini mungkin agar akibat yang ditimbulkan pun akan semakin kecil. Saya sendiri bersyukur karena sudah mencoba selingkuh sedari SMP, dan setelah menginjak bangku SMA hingga sekarang berkuliah, syukur saya tidak pernah lagi berselingkuh dari pasangan.

Selingkuh pun bisa disamakan seperti rokok. Laki-laki yang belum pernah merokok, pasti ada rasa ingin tahu yang besar mengapa semua laki-laki lain merokok. Lantas mereka pun mencoba merokok. Banyak yang ketagihan, namun tak sedikit pula yang stop setelah merokok sekali.

Sama seperti selingkuh. Selingkuh pun memancing rasa ingin tahu seorang pria, membuat kita berpikir, apa nikmatnya selingkuh. Semakin lama kita menahan hasrat tersebut, semakin besar pula rasa keingintahuan dan rasa ingin mencicipi itu muncul.

Saya bersyukur, semasa saya SMP saya tak menghindar dari rasa ingin selingkuh tersebut. Begitu saya selingkuh, saya langsung merasakan akibat buruknya berselingkuh, baik kepada diri saya sendiri maupun kepada pasangan saya.

Lagi-lagi, saya beruntung karena saya berselingkuh selagi berada di bangku SMP. Karenanya, saya dapat memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Kenapa Baiknya Selingkuh Sebelum Kuliah?
Menurut saya pribadi, kuliah dan tempat bekerja adalah saatnya kita mencari pasangan yang bisa diajak sehidup semati bersama (bila belum punya pasangan). Jadi, kampus dan tempat kerja sudah bukan tempatnya lagi untuk mencoba-coba selingkuh.

Maka dari itu, saat kita SMP dan SMA, adalah saat yang tepat untuk kita para lelaki mencoba selingkuh. Karena, saat masa-masa tersebut kita (mungkin) masih dalam tahap yang biasa disebut "Cinta Monyet".

Ya, kisah Dilan dan Milea yang sebegitu romantis saja bisa kandas ketika di masa SMA, walaupun bukan karena perselingkuhan. Tapi buktinya, baik Milea maupun Dilan sepertinya mampu meneruskan hidup mereka dengan baik, meski kadang masih suka flashback sekali-sekali.

Bayangkan apabila perselingkuhan tersebut terjadi di tempat kerja, saat kita sudah mempunyai pasangan yang serius atau bahkan keluarga, dan pasangan kita memutuskan untuk berpisah. Akan sehancur apa kehidupan kita atau pasangan di masa depan?

Cause and Effect Berselingkuh di Sekolah dan Tempat Kerja
Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, emang apa sih efeknya kalau selingkuh atau diselingkuhi saat fase sekolah? Ya, paling-paling tidak bertegur sapa selama beberapa bulan, atau beberapa nilai yang turun.

Namun bayangkan, apabila perselingkuhan terjadi di tempat kerja. Karir yang kita perjuangkan bertahun-tahun pun kemungkinan lenyap. Kasarnya, kantor mana sih yang mau menampung pelakor/tukang selingkuh, meski prestasi kerjanya mentereng.

Pro dan Kontra
Tulisan saya mungkin akan menimbulkan pro dan kontra, tapi setidaknya itulah yang saya rasakan tentang perselingkuhan. Boleh percaya boleh tidak, tapi saya hanya sekali melakukan perselingkuhan selama 21 tahun saya hidup yakni pada kelas 2 SMP. Selebihnya, saya selalu komit pada setiap hubungan yang saya jalani.

Memang, selingkuh bukanlah keharusan. Akan sangat baik apabila pria mampu mempertahankan kesetiannya. Namun, bilamana kalian merasa ada rasa ingin selingkuh semasa sekolah jangan terlalu ditahan, bisa saja itu menjadi boomerang di kemudian hari.

Ada suatu persamaan yang saya sukai. Ada seorang bapak-bapak yang selalu serius belajar semasa sekolah dan kuliah, lalu banting tulang sepanjang waktu di tempat kerja. Tapi, memasuki umur 50 atau 60, malah mengoleksi mainan Gundam, Avengers atau semacamnya yang ia inginkan sedari dulu, namun tak bisa didapatkan.

Begitu pula dengan selingkuh, kita tak pernah tahu kapan rasa selingkuh yang kita pendam akan bangkit. Hal inilah yang mendasari suggestion saya agar kita selingkuh sedini mungkin, apabila timbul keinginan tersebut.

KEMBALI KE ARTIKEL