Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Si Kawan: Teka-Teki

9 Juni 2021   15:00 Diperbarui: 15 Juni 2021   15:20 72 12

Lalu kau berbalik. Berlari lagi. Tertawa lagi.
Dan aku diam mengernyitkan dahi.

Sepintas lalu, ku dengar setiap mata mengagumimu.
Bilang, "Si cantik nan periang itu mengusir lara dan semu."
"Kehadirannya memantapkan rindu, menenangkan kalbu."
"Namun, kenapa ia berkawan dengan bocah gila itu?"

Aneh sekali. Aku pun tak mengerti.
Bahkan bagiku, si kawan adalah teka-teki.
Takar akal dan rasa seakan berhenti berfungsi.
Tak pernah lidah meminta, ia datang lagi dan lagi.

"Kawan, apa yang kau pikirkan?"

Di sekitarku, telisik dedaunan memainkan perasaan.
Cemas wajahmu membaca gelagatku yang tenggelam dalam urungan.
Tatapanmu menelitiku seperti tebak-tebakan.
Sedang aku, diam oleh berisik akal mencari pemahaman.

Kau... Terlalu baik.

Kehadiranmu seperti air menebus dahaga.
Kemanapun kau pergi, orang-orang bersuka cita.
Kita jelas hidup di dunia yang berbeda.
Jadi, mengapa kau di sini bersama orang gila?"

KEMBALI KE ARTIKEL