Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Bicara Soal Seks Di Kalangan Kawula Muda

23 Agustus 2013   20:02 Diperbarui: 24 Juni 2015   08:54 658 1

Bagi kawula muda, calon pengantin dan orang tua muda lainnya ini Dia Tips Material Pengetahuan Seks Untuk Anak.

Pengetahuan tentang seks harus diberikan kepada anak sejak balita, di rumah, oleh orang tua. Ini bukan dalam konteks pengetahuan tentang cara- cara bermain cinta yang menjurus kepada pornografi. Ini pengetahuan tentang usaha untuk menumbuhkan mawas diri terhadap keadaan tubuh, menjaga kesehatan diri sendiri dan terhindar dari melakukan aktivitas seksual secara dini, baik yang dilakukan secara coba-coba, tekanan teman sebaya, atau dipaksa, tanpa pengetahuan yang cukup tentang akibat dan konsekuensinya.

Ibu dan bapak harus belajar lebih dulu paling tidak tentang pengetahuan dasar tubuh manusia termasuk penyakit yang bisa ditimbulkan. Tak perlu lah belajar seperti calon dokter, tapi paling tidak belajar dengan sumber yang tepercaya, baik itu dari buku teks kedokteran, buku pelajaran biologi sekolah atau konsultasi dengan dokter sendiri. Mbah Google juga bermanfaat kalau kita ambil dari Wikipedia, pokoknya darimana saja asal jangan sembarangan apalagi pengetahuan yang berdasarkan 'mitos' yang berlaku.

Materi pertama bisa dibahas tentang perbedaan bentuk tubuh dan fungsi hormonal antara laki-laki dan perempuan. Anak-anak diberi batasan bahwa ada daerah pribadi di beberapa bagian tubuhnya (kemaluan & payudara) yang TIDAK BOLEH disentuh oleh orang lain kecuali oleh mereka sendiri, ibu/bapak (ketika balita) dan dokter jika ada keluhan (itupun harus didampingi orang tua).

Hal ini sangat penting, karena kebanyakan pelecehan seksual pada anak- anak berawal dari keluarga dekat atau orang -orang yang ada di sekitar anak kita. Orang tua perlu menekankan pada anak untuk bercerita jika ada orang lain yang menyentuh daerah pribadi tersebut.

Berikutnya pengetahuan tentang menjaga kebersihan di sekitar alat kelamin. mengganti celana dalam dengan teratur, celana dalam tidak oleh lembab, persiapan menstruasi, persiapan pembahasan 'mimpi basah' bagi anak laki-laki, menghindari penggunaan celana ketat dalam keseharian, juga penggunaan bra yang baik. Dilanjutkan dengan pengetahuan tentang penyakit kelamin menular dan penyakit sekitar alat reproduksi, hingga kemungkinan terkena kanker.

Ketika anak melewati masa balita dan memasuki awal umur belasan, harus diberi pengetahuan tentang akibat yang bisa ditimbulkan dari hubungan seksual yaitu kehamilan bagi wanita dan menjadi ayah muda bagi laki-laki. Berikan pengetahuan pada mereka tentang proses mengidam sewaktu hamil, muntah-muntah, sakit punggung ketika kehamilan membesar serta segala risiko kehamilan yang datang bersama penyakit, diabetes, tekanan darah tinggi. Proses 'keguguran' harus disertakan pula, bahwa keguguranv bisa menyakiti fisik wanita muda, juga psikisnya karena kehilangan bayi yang dikandungnya. Berikan pula pengetahuan tentang proses melahirkan baik secara alami maupun operasi Caesar, serta kemungkinan kehilangan sejumlah darah yang mengakibatkan kematian.

Ada sebuah acara realita di televisi swasta barangkali (kalau tidak salah MTV) yang membahas tentang 'Teen Mom' yang menggambarkan kesulitan mereka melahirkan, mengurus bayi sakit, keadaan keuangan yang buruk, dan segudang tanggung jawab mengurus bayi. Sementara di lain pihak mereka masih ingin menikmati kemudaan mereka, berkumpul bersama teman-teman, menonton, termasuk ke disko. Acara ini bagus untuk di tonton para remaja, ketimbang menonton film romantis tentang percintaan atau telenovela  atau sinetron yang isinya berputar di antara perebutan kekasih/suami wanita lain, perebutan harta yang sama sekali miskin pesan moral bagi suatu hubungan yang sehat.

Ini bukan ajang untuk menakut-nakuti anak-anak tapi ini adalah kenyataan yang harus dipersiapkan lebih awal karena anak- anak kita menerima informasi dari luar lebih awal pula, dengan kemajuan teknologi, semuanya serba instan. Maka sebagai calon orang tua/ orang tua muda kita pun harus lebih cepat lagi mengantisipasi fenomena ini.

Semoga tips ini bermanfaat bagi para remaja untuk menyadari bahwa hubungan seksual yang terlalu dini bisa membawa penderitaan fisik dan psikis baik bagi dirinya, keluarga serta orang disekitanya. Juga untuk calon orang tua dan pasangan muda lainnya dalam membekali anak dengan pengetahuan seputar dirinya sendiri.

Campaign: Say NO untuk Test Keperawanan di Sekolah

Salam Rindu Dari Semak Belukar Afrika.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan