Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Dua per-Satu

13 Agustus 2019   21:44 Diperbarui: 13 Agustus 2019   21:43 12 3

Kami berangkat disaat yang lain pulang, terlalu jauh dan kasar untuk menjadi sebuah perbandingan. Seperti seharusnya ada tali yang mengikat kaki kami. Kami tidak mampu mengikuti keselarasan, tidak mampu menjadi semestinya. Buat saja tali itu, ikat kami dan jangan terus membuat kami ada. Sebab kami tidak mampu menjadi seharusnya. Lingkarkan, tarik hingga kami tersungkur dan lebur. Jangan lupa untuk membungkam mulut kami ,serta tutup hidung kami sehingga kami kesulitan dan sesak nafas. Lumuri talinya dengan minyak tanah , pastikan terlumuri dengan dengan maksimal dan kami dapat dibakar dengan api dari kejauhan. Tutup mata kami, jangan sampai ada cermin di sekitar ,karena pantulan mata dari bayangan yang ada akan sama ,setara dengan kami. Sama menyebalkan , memuakkan dan dosanya pun akan sebesar dosa yang kami miliki. 

KEMBALI KE ARTIKEL