Mohon tunggu...
KOMENTAR
Lyfe Pilihan

Menyikapi Ketidaksiapan Pensiun

10 Agustus 2021   19:24 Diperbarui: 10 Agustus 2021   19:48 204 3
Pensiun memiliki makna tersendiri bagi setiap orang,ada yang menganggap nya seperti bom waktu ada pula yang menantikan kehadirannya seperti menantikan pinangan sang pujaan hati,

"Sebahagiakah itu menantikan pensiun?"

Bagi mereka yang telah mempersiapkan diri sebaik mungkin akan dengan lantang berkata "YA,"

Bagaimana tidak bahagia, mereka bisa terlepas dari rutinitas, tanggung jawab,dan tekanan kerja yang bertahun-tahun mereka geluti dan yang paling menyenangkan lagi adalah memiliki banyak waktu bersama keluarga,liburan dan bebas menjalankan juga menikmati hobinya,tanpa harus memikirkan kondisi finansial karena telah mereka rencanakan dengan matang.

"Empuk banget ya ngomong nya,emang bapak / ibu dsna yang lagi pegang kepala di masa mudanya nggak merencanakan masa pensiun?"

"Nggak"

"Waduh...nggak mau di ajak kompromi nih bapak ibu tukang pegang kepala,
berat banget ya beban hidupnya,sampe kepala di pegangin mulu."

Di akui atau tidak, tingkat kesejahteraan lansia di Indonesia tidaklah cukup baik, terbukti banyak di antaranya yang setelah pensiun masih harus memeras keringat untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.

"Lalu bagaimana cara merencanakan agar kita bisa menikmati masa pensiun dengan bahagia tanpa beban?"

"Caranya sudah banyak di tulis,di jelaskan,di paparkan oleh para motivator, bahkan di dukung oleh program pemerintah,tapi hasilnya?"

"Hasilnya mungkin belum optimal,tapi tetaplah buat rencana untuk mempersiapkan massa pensiun,"

Itu nasehat rekan kerja saya, yang saya tuakan,karna memang usianya berjarak 25 tahun dengan saya,

Usianya saat itu sekitar 51 tahun,masih ada waktu 4 tahun lagi menjelang masa baktinya bekerja di perusahaan berakhir, karena memang peraturan perusahaan menetapkan usia 55 tahun sudah di haruskan pensiun, beruntung beliau adalah karyawan tetap,hal yang jarang di temui di masa modern ini.

Pak Sajo ( nama samaran) memiliki 2 anak perempuan,
Anak pertama sedang melanjutkan kuliah di perguruan tinggi,dan anak kedua sebentar lagi lulus SMA.

Rencana pak Sajo jelas dan matang,sisa baktinya bekerja 4 tahun lagi dan itu berarti kedua anaknya sudah selesai menempuh pendidikan,

Tapi rencana hanyalah rencana,karna Allah lah maha perencana terbaik.

Perusahaan di ambil alih oleh management lain,dan segala peraturan pun berubah tanpa sepertujuan karyawan,hingga pak Sajo di pensiun kan lebih cepat.

Bahkan status karyawan tetap tidak menjamin iia akan berakhir kerja pada waktunya,

Ketidaksiapan inilah yang sempat melahirkan kekhawatiran pada benak pak Sajo, beruntung semasa muda beliau sudah menabung untuk membeli rumah, sehingga iia tidak harus repot memikirkan biaya kontrakan per bulan/pertahun, beruntung juga beliau masih mendapatkan uang pensiun yang bisa iia olah menjadi modal usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Banyak orang yang ternyata tidak siap menghadapi masa pensiun walaupun mereka sudah mempersiapkannya,karna apa yang mereka pikirkan mengenai pensiun yang indah adalah kebebasan dari dunia kerja dan kondisi keuangan yang baik.

Untuk para jiwa muda, persiapkan massa pensiun sejak dini dengan membaca referensi-referensi sesuai kondisi pribadi, semoga di kemudian hari bisa mendapatkan hasil maksimal, jikapun tidak pasti ada puing-puing  yang dapat di kumpulan untuk bekal di masa tua.

Untuk para senior yang menunggu bom waktu untuk pensiun karena ketidaksiapannya, janganlah cemas, gelisah, kuatir, nantinya malah akan mengakibatkan stress dan mempengaruhi kesehatan, yang terpenting saat ini adalah menjaga dan mengusahakan kesehatan, tetap berpikir positif dan tetap berkarya, syukuri apa yang di capai semasa muda,karna penyesalan hanya menumbuhkan rasa putus asa,perbaiki diri dengan lebih dekat pada yg maha kuasa adalah jawaban nyata dari ketidaksiapan menghadapai masa pensiun.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun