Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Nur di Sudut Mata

28 September 2020   05:31 Diperbarui: 28 September 2020   05:33 157 31

Matahari mengintip dari balik peradaban yang masih lelap dininabobokan bulan
September.

Padahal baru saja nur di sudut mata berkejaran dengan rasi bintang, pagi ini dia sudah memanggil-manggil namaku, tak sabar ingin segera menyapa warna-warni hari baru kendati pada rutinitas yang sama.

Senin itu hari yang ajaib, katanya, mencoba memberiku semangat. Jika bahagia Seninmu, bahagia pulalah seluruh pekanmu.

Aku bukan pemuja sugesti, tapi diam-diam mengamini. Yang pasti tanpanya tidak ada warna-warni kehidupan yang bisa diselami, sekalipun matahari telah berdiri megah di atas peradaban hari ini.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun