Mohon tunggu...
KOMENTAR
Travel Pilihan

Night Safari Singapore, Wisata di Keremangan Malam

16 Mei 2020   04:04 Diperbarui: 16 Mei 2020   07:00 73 29

Objek wisata Night Safari Singapore bukan sekadar kebun binatang biasa. Lokasinya terpisah dari Singapore Zoo. Night Safari Singapore cenderung seperti taman margasatwa. Ada sekitar 1.000 hewan yang menghuni area seluas 35 hektare tersebut.

Sesuai dengan namanya, Objek wisata Night Safari Singapore dibuka malam hari. Pengunjung di sana akan menikmati jalan-jalan menggunakan kendaraan khusus yang disediakan pengelola, sambil melihat kehidupan sejumlah binatang.

Kendaraan yang digunakan para pengunjung, mirip trem dengan jumlah gerbong yang cukup panjang. Kendaraan itu tidak menggunakan penutup, yang dimaksudkan agar pengunjung bisa melihat jelas binatang yang berkeliaran. Namun, karena kendaraan itu terbuka, ada rasa khawatir juga jika ada binatang yang mendekat.

Sayangnya, binatang-binatang yang ada di Objek wisata Night Safari Singapore, tidak diperkenankan diambil gambarnya. Apalagi memotret dengan menggunakan lampu flash. Sorot lampu dari kamera bisa mengacaukan perilaku binatang di sana. Penggunaan senter pun tidak diperkenankan selama perjalanan berkeliling di area itu.

Boleh dikata, pengunjung jalan-jalan dalam suasana gelap-gelapan. Sementara pencahayaan yang ada di taman margasatwa itu sudah diatur sedemikian mungkin hingga sangat bersahabat dengan binatang. Walau ada rasa khawatir, itu menjadi sensasi tersendiri, karena binatang bisa mendekat dalam keremangan malam.

Namun rasa khawatir itu tidak perlu berlebihan. Karena binatang-binatang yang dilepas liar, merupakan jenis hewan jinak. Bisa dilihat sejumlah rusa berlarian. Ada juga tapir bergerombol di habitatnya. Sementara jenis binatang liar tetap berada dalam kandang. Atau terpisah tidak bisa mendekat ke pengunjung karena ada pembatas jurang kolam.

Kristian Edi Chandra pengunjung asal Jambi mengaku baru pertama merasakan keliling taman margasatwa di malam hari. Dia mendengar info awal semua binatang dilepas liar. Namun setelah berkeliling menggunakan trem selama 30 menit, dia baru sadar hanya binatang jinak saja yang bisa mendekat ke pengunjung.

"Binatang-binatang buas juga, seperti tidak dikandang ya. Terlihat berkeliaran di area tertentu. Mungkin ada pembatas menggunakan alat tertentu, cuma kita tidak bisa melihatnya karena malam hari. Semula waswas juga menggunakan kendaraan terbuka, terus mendengar binatang dilepas liar. Jadi selama perjalanan lihat-lihat sambil waspada," ujar Kristian.

KEMBALI KE ARTIKEL