Mohon tunggu...
KOMENTAR
Hukum Pilihan

Tanpa RUU Permusikan pun, Arnold Clemens AP Dibunuh Negara

19 Februari 2019   14:30 Diperbarui: 20 Februari 2019   04:58 178 0

Musik sangat dekat dengan  masyarakat, entah itu pejabat, penjual bakso, hingga presiden (SBY buat album saat duduk di gedung putih) republik ini pun mengakui bahwa dia menggemari musik dengan distorsi keras. Musik merupakan sebuah bentuk sarana berekspresi, musik bukan hanya menjadi media yang bersifat menghibur namun dalam perjalanannya kerap digunakan sebagai tool untuk menyuarakan pikiran.

Tidak sampai disitu, musik juga di menunggangi oleh beberapa orang untuk menyuarakan pergerakan sosial, mulai dari pergerakan yang bersifat persuasif hingga pergerakan perlawanan yang acap kali berisi lirik kritik di dalamnya - marah kelakuan kekuasaan karena apa yang kekuasaan (pemerintah) terapkan adalah disconnected policy into civil society.

"Wind of Change" adalah lagu yang sempurna pada saat yang tepat untuk Scorpions - sebuah balada yang lebih ringan yang liriknya menangkap zeitgeist - lagu yang paling pas pada saat pergolakan politik  yang sangat besar, dan menjadi lagu untuk akhiri Perang Dingin. "Wind of Change" umumnya dikaitkan dengan jatuhnya Tembok Berlin - tetapi itu sebenarnya terinspirasi oleh berbagai peristiwa yang terjadi jauh sebelum Tembok mulai runtuh pada akhir 1989.

Lagu Wind of Change tercipta gara-gara pada pemberhentian tur ke Uni Soviet saat mempromosikan album Savage Amusement pada tahun 1988 - kunjungan yang seharusnya mencakup tanggal Moskow, katanya, dibatalkan oleh pejabat Rusia karena pemerintah Rusia berpikir - kalau mereka datang perfom, itu akan mungkin kerusuhan bisa terjadi. 

KEMBALI KE ARTIKEL