Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik

Obrolan Politik Wong Pinggiran...

18 Februari 2013   08:26 Diperbarui: 24 Juni 2015   18:07 37 0
Salam kompasiana rekan-rekan..........ini nih aku akan menulis obrolannya teman-teman kampung yang letaknya dari Jakarta mungkin sekitar 600 km. Memang jauh dari keramian tetapi masih lumayan karena ada listrik dan tv yang menyebabkan kami tak ketinggalan berita terutama politik. Bila malam minggu aku memang ikut para tetangga untuk ngobrol, biar tak di kira sombong maklum teman kampung aku kebanyakan dari rakyat jelata tak ada yang pegawai negeri (PNS). Kebanyakan mereka adalah penjual buah keliling, buruh bangunan, penjual cilok (makanan kecil keliling) pokoknya mandiri deh...........



Ketika aku datang mereka terdiam.................em baru bicarakan apanih...............tanya aku, "Ah.........ini mas baru ngobrolin pejabat dan wakil rakyat yang di tangkap KPK. Oh..............sahut aku, dalam hati aku berguman orang-orang seperti ini saja sudah tahu kalau mereka yang di atas sudah seperti sampah yang bau tak sedap. Salah satu dari mereka yaitu Paimin bilang " Lha..........hiya mas kita hidup susah payah gini sampai tangan kasar dan kepanasan cari uang...........eh wakil kita yang di Jakarta korupsi milyaran cuma di hukum 4 tahun penjara...........rasanya malas kalau ada pemilu disuruh milih.



Ya.............begitulah, dhe.........orang-orang yang ada di atas sana itu masih berpikir kalau amsyarakat seperti kita-kita ini tak paham tentang menghitung uang dan tak tahu tentang apapun sahut aku. Eh........Parto menyahut....................mendingan jamannya pak harto mas ....................yang korupsi cuma sedikit tak seperti sekarang korupsinya berjamaah (rame-rame), setahu aku hampir semua pejabat di Indonesia tak luput dari korupsi ha.............ha..........kok jauh...............jauh yang jelas tetangga desa kita sendiri sudah pegawai negeri (PNS) pegang proyek BKM saja uangnya masih di korupsi..............." semua jadi tertawa .....................ha..................ha...................



Warto menimpali "mendingan seperti kita orang-orang kasar ..................masih jauh dari pikiran kotor seperti mereka..............kalau tak pikir-pikir hampir semua pejabat tidak bersih ya................". Aku cuma bisa menimpali "Ya...............biar kita jadi penontonya saja yang penting rumah kita ada yang untuk makan untuk setiap harinya...............". "Betul mas......................apa sih yang di cari di dunia kalau tidak hanya menunggu jadwal untuk menghadap YME" sahut Warto.



Parto menyahut agak emosi "Bukan seperti itu mas ini sudah keterlaluan kita telat bayar pajak saja di denda.....padahal mereka dapat gaji sebenarnya dari kita.............kalau mereka masih korupsi ya mereka itu pemakan darah kita................kita saja kerja bangunan sampai tangan kasar hitam kaya begini.............". Warto menimpali "Benar itu mas.....................sebenarnya para pejabat itu lebih pandai dari kita tapi seperti tak punya Tuhan...............mbok berpikir untuk rakyat seperti kita ini...........kalau sakit aduh..............pasrah saja sama yang diatas.



Ya..........itulah obrolan teman-teman kampung aku yang didusun paling terpencil, tetapi mereka sudah paham banget bagaimana wakilnya yang tak bener. Moga-moga saja tak ada kekuatan rakyat yang turun ke jalan dari semua lapisan untuk menghapus tentang pajak dan yang lainnya karena saya pikir organisasi seperti NU pernah membahas tentang ini.............karena sudah begitu hancurnya peradaban manusia Indonesia............eh salah peradaban para pejabat. Ya.............moga-moga saja ada satrio piningit yang muncul untuk mendobrak birokrasi yang korup seperti jokowi, tapi jangan sampai satrio bergitar yang muncul nanti kacau xixixixixi................

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun