Mohon tunggu...
KOMENTAR
Kotak Suara Pilihan

"Warna-Warni Kembang Setaman" di TPS 098 Gang Sapi Jakarta

17 April 2019   20:35 Diperbarui: 18 April 2019   08:44 149 3

Saya bersama isteri dan kedua anak kami pagi ini, Rabu 17 April 2019 sudah mencelupkan kelingking di TPS 098 Gang Sapi (pseudonim),  Jakarta Selatan. Tandanya kami sudah menjalankan hak pilih dalam Pilpres 2019.
 
Hanya butuh waktu 30 menit untuk melunaskan hak pilih. Pukul 10.00 WIB kami tiba di TPS 098 Gang Sapi, mengambil tempat di pekarangan masjid, depan rumah Pak RT.  Lapor ke petugas KPPS, duduk menunggu,  dipanggil setelah antri 20 menit, coblos, nah, selesai. Lalu pulang ke rumah dengan  gembira. Tanpa bumbu takut.
 
Hanya butuh kurang dari tiga menit untuk mencoblos, karena pilihan sudah mantap sejak tahun 2018. Tapi butuh waktu setahun untuk menunaikannya. Terhitung sejak kami sekeluarga menerima formulir Model A.A.1 dan A.A.2 per tanggal 20 April 2018,  tanda resmi terdaftar sebagai pemilih untuk Pilpres 2019.
 
***
Tentang Gang Sapi, saya sudah pernah ceritakan dalam lima nomor artikel "Studi Kasus Selokan Gang Sapi di Jakarta" yang tayang di Kompasiana antara tanggal 27 Agustus sampai 1 September 2018. Saya mohon ijin untuk tidak mengulang lagi cerita tentang profil Gang Sapi ini.
 
Satu hal yang perlu saya katakan di sini, Gang Sapi itu terbilang perkampungan asli Betawi dan merupakan basis pendukung PKS. Dalam Pilpres 2019 ini, karena PKS bergabung dalam Koalisi 02, maka Gang Sapi dipastikan sebagai basis pendukung Prabowo-Sandi.
 
Indikasinya sangat gamblang. Sepanjang masa kampanye, terutama dua minggu terakhir, teriakan "Kosong Dua!" , atau "Prabowo!" adalah menu rutin bagi telinga-telinga di Gang Sapi. Seorang penjaja bensin eceran di gang itu setia mengingatkan pembelinya, "Tusuk Nol Dua, ya."
 
Bahkan pada saat Debat Terakhir Capres/Cawapres (13/4/2019), ada "politisi kampung" yang menghelat nonton bareng (nobar) debat di Gang Sapi. Setiap kali jeda debat, kerumunan nobar itu dikomando bersorak, "Prabowo-Sandi!". Juga meneriakkan nama dua orang Caleg asal PKS.
 
Mengingat konstelasi politik mikro di Gang Sapi itu, saya sempat khawatir ketika sampai H-3 Pilpres 2019 belum mendapat undangan Model C.6 untuk nyoblos. Karena itu saya pergi menemui Pak RT di rumahnya untuk menanyakan undangan. Dijawab dengan ramah, "Belum dikirim dari Kelurahan." Pak RT berjanji akan berkabar jika undangan sudah ada.
 
Pada H-1 menjelang magrib, saya datangi lagi rumah Pak RT, karena belum dapat kabar soal undangan nyoblos.  Ternyata di sana petugas KPPS sedang menyiapkan pembagian undangan Model C.6 ke para pemilih. Kata Pak RT, "Baru dikirim kemarin tengah malam," sambil menyerahkan empat lembar undangan untuk kami sekeluarga.  
 
Setelah basa-basi sebentar, saya beranjak pulang ke rumah, sambil bersyukur karena pelaksanaan Pilpres 2019 di Gang Sapi besok hari tampaknya akan lancar-lancar saja. Suasana sekitar TPS juga adem-ayem. Tidak ada indikasi yang perlu ditakutkan.
 
***
Begitulah, pagi ini, Rabu 17 April 2019, kami berempat sekeluarga melangkah gembira ke TPS 098 Gang Sapi.  Kami mengabaikan himbauan Jokowi untuk berpakaian putih, dalam rangka memutihkan TPS. Maka jadilah kami berempat seperti geng  "Warna-Warni Kembang Setaman", melangkah kompak di Gang Sapi dengan pakaian warna-warni.
 

KEMBALI KE ARTIKEL