Mohon tunggu...
KOMENTAR
Digital Pilihan

Gara-gara Instagram

10 Agustus 2020   22:45 Diperbarui: 10 Agustus 2020   22:53 106 6

Tulisan ini terinspirasi dari artikel di website mojok. Yang judulnya alasan kenapa kita harus pelan-pelan meninggalkan Instagram. Saya sebutkan alasan dari artikel tersebut. Bahwasanya ada 3 alasan yaitu dapat menimbulkan insecure, susah cari followers, dan boros paket data.

Bener banget. Semuanya bener saya setuju. Namun, gara-gara Instagram saya jadi menemukan berbagai inpirasi. Terutama di bidang yang saya sukai sekarang yaitu gaya hidup zero waste. Banyak akun-akun yang memberikan edukasi hidup minimalis, cara mengkompos, cara memanfaatkan barang bekas, cara menanam, krisis iklim, eco beauty. Saya jadi mengetahui produk-produk yang mendukung gaya hidup minim sampah.

Dari Instagram saya banyak menemukan konten edukasi terkait pendidikan seks. Bukan konten pornografi ya! Saya mengenal akun yang menjual menstruasi cup. Tidak hanya menampilkan produk jualannya saja. Tapi juga mengedukasi seperti masturbasi, pengenalan vagina, keputihan, dll. Informasinya cewek banget lah. Penting sekali untuk diketahui perempuan.

Dari Instagram ilmu agama saya pun bertambah. Kan banyak ustadz ustadz yang membagikan ilmu lewat sosmed ini. Bisa berbentuk gambar, tulisan, animasi, video, audio dll. Pokoknya jadi tambah menarik deh. Saya bisa mengetahui jadwal kajian ustadz A dan ustad lainnya.

Kemudian, gara-gara instagram saya jadi punya skill memfoto. Berpikir bagaimana caranya agar foto yang dijepret bisa bagus. Belajar cara menemukan angel yang tepat. Baiknya foto jam berapa. Jadi kenal aplikasi canva, VSCO, dll. Aplikasi edit foto kece untuk Instagram. Kalau pakai aplikasi itu feed & Instagram story jadi keren deh. Layaknya selebgram. Hahaha.

KEMBALI KE ARTIKEL