Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik Pilihan

Ketika Sandiaga Uno Mulai Curi Start Kampanye

18 Agustus 2018   08:40 Diperbarui: 18 Agustus 2018   11:20 1167 3
Usai wawancara, Sandi masuk ke dalam mobil SUV hitam yang sudah menunggunya, diikuti beberapa asistennya, lalu pergi. Awak media yang mengikutinya juga pergi dengan kendaraan roda dua masing-masing. Tidak jauh dari tempat itu ada sekelompok orang bernyanyi dangdut diringi alat sederhana -- seperti dangdut gerobak dorong. Asyik, tapi tak ada yang menonton.

Kedatangan Sandiaga Uno ke jalan Jaksa cukup membuat surprise bagi warga, mungkin juga bagi fotografer media yang sengaja datang untuk memotret keunikan lomba Agustusan di Jalan Jaksa.

Namun ada beberapa pertanyaan yang muncul dengan kedatangan Sandi di Jalan Jaksa sore kemarin. Yang pertama, apakah ia ingin menyapa warganya? Tentu tidak, Sandiaga sudah bukan Wakil Gubernur DKI lagi sejak dia menyatakan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres mendatang. Dia sudah mengundurkan diri sebagi Wagub DKI.

Pertanyaan kedua, apakah kedatangan Sandiaga Uno ke jalan Jaksa secara spontan, tanpa dirancang oleh Timsesnya? Rasanya juga tidak. Sebab ketika Sandi datang, tiba-tiba jumlah fotografer -- nampaknya dari media -- terlihat bertambah banyak. Asisten Sandi, Yuga Aden, adalah seorang mantan jurnalis. Dia terlihat akrab dengan beberapa awak media yang datang. Seperti ada koordinasi nampaknya.

Yang ketiga, karung yang sejak kedatangan penulis sudah teronggok di jalan -- ada tiga buah -- nampaknya memang sudah disiapkan untuk Sandi. Dan supaya ada gimmick, salah seorang pesertanya perempuan bule!

Dan yang keempat, kehadiran grup musik Steven & The Coconuttreez yang tiba-tiba di tempat itu pastilah bukan semata-mata untuk menghibur warga atau memeriahkan suasana Agustusan di Jalan Jaksa. Mengapa grup musik ini baru kelihatan sibuk dan mulai bermain bertepatan dengan kedatangan Sandi.

Grup musik Steven & The Coconuttreez yang beraliran reggae sengaja didatangkan, agar cocok dengan situasi di Jalan Jaksa yang sering dipenuhi turis backpacker. Turis jenis beginian bukanlah penggemar musik klasik, jazz atau lagu-lagu pop yang mendayu. Musik reggae asyik didengar sambil menggak bir atau mengisap ganja.

Musik reggae pastinya juga bukan kegemaran warga Kebun Sirih -- tempat Jalan Jaksa berada -- yang mayoritas Betawi. Jadi kehadiran Grup musik Steven & The Coconuttreez di situ juga ada yang mengatur.

Jadi apa sebenarnya maksud kedatangan Sandi ke Jalan Jaksa yang terkesan mekanis? Apalagi tujuannya kalau bukan untuk mensosialisasikan dirinya sebagai Calon Wapres. Kalau tidak untuk apa Sandi jauh-jauh datang ke Jalan Jaksa untuk menghadiri acara Agustusan. Sore hari pula.

Supaya kedatangannya tidak asal muncul, segala sesuatu sudah disiapkan. Mungkin timsesnya sudah membuat rundown acara, yang hanya diketahui di antara mereka.

Jalan Jaksa dipilih karena tempat itu selalu menjadi magnit bagi fotografer dari media untuk memotret suasana lomba Agustusan yang unik. Masa sih kedatangan Sandi diabaikan begitu saja? Cerdas!

Ternyata benar. Esoknya, 18 Agustus, berita-berita kedatangan Sandiaga Uno ke Jalan Jaksa sudah muncul di beberapa media online.

"Sandiaga Uno Janji Tingkatkan Pariwisata di Jalan Jaksa", judul tulisan di Tribunnews.com. Isinya antara lain mengatakan:  Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno, menjanjikan sejumlah perubahan bagi warga di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Pernyataan itu disampaikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu saat menyambangi Jalan Jaksa untuk menyaksikan acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia.

"Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari pengangguran, merdeka dari harga mencekik," ujar Sandiaga, ditemui di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018).

"Rayakan HUT RI di Jl. Jaksa, Sandiaga Dipeluk Emak Emak", judul Detik.com;"Saat Sandi Balap Karung di Jalan Jaksa", judul Kumparan.com;"Sandiaga Balap Karung Lawan Warga Jalan Jaksa", judul di ANTARA. News. Dan banyak lagi media yang menulis kedatangan Sandiaga Uno ke jalan jaksa.

Kehadiran awak media yang tiba-tiba di Jalan Jaksa juga tentu bukan spontan. By design. Entah kalau mereka memang bertugas untuk memantau terus pergerakan Sandiaga Uno sejak memdeklarasikan jadi Calon Wakil Presiden.

Entah masuk kategori apa kunjungan Sandiaga Uno ke Jalan Jaksa kemarin: silaturahmi? Sosialisasi atau kampanye? Atau sekedar pamitan dengan segelintir warga yang pernah dipimpinnya selama beberapa bulan.

Yang pasti Sandiaga Uno tidak kedatangannya sia-sia, harus ada dampak bagi elektabilitasnya ke depan. Media perlu dilibatkan untuk memberitakan. Supaya menarik, gimmick diciptakan.

Berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum, tanggal 23 September 2018-13 April 2019 adalah masa kampanye calon angota DPR, DPD, dan DPRD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Jadi Sandiaga sudah mencuri start duluan. Apakah ini bisa dibenarkan atau dianggap melanggar aturan? Tergantung Bawaslu yang bisa menilainya. Selamat berkampanye!







KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun