Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Ayo Sarungan dan Dasteran!

18 Oktober 2021   07:22 Diperbarui: 18 Oktober 2021   07:22 202 27
Mendung tanpa hujan, memberikan sebuah rasa yang tertinggal di sebuah ujung hati, memberikan kenangan tanpa bisa memiliki makna dan cita tentang indahnya bersua dalam kebahagiaan dan keceriaan hidup bersama. Ada sebuah jalan panjang yang harus terhenti dalam kegundahan hati, hanya bisa berdiri sendiri dan kembali meniti dalam kesendirian dan keraguan hati.

Mendung tanpa hujan, hilangnya harapan dan impian tentang indahnya guyuran hujan dan bersuka ria dalam jiwa dan raga menikmati indahnya hujan. Ada kekecewaan yang menggores luka dalam relung-relung hati, meninggalkan bekas yang sulit terhapus, dan merusak budi yang meninggalkan memori penuh duri.

Mendung tanpa hujan, berlari dan bersama untuk setia menanti pada impian yang menjadi realita, namun justru menjadi kenangan. Mendung telah ingkar pada dunia, mendung telah pergi terhembus angin dalam alunan dan irama yang memberikan kehampaan dan kekosongan pada dunia yang menantinya. Hujan kembali menjadi angan-angan tentang sebuah kehidupan yang penuh asa dan rasa.

Kini semua telah menjadi kenangan, yang tertinggal hanyalah kesendirian, terduduk dan termenung untuk merajut kembali asa dan rasa dalam realita nyata. Kehidupan menjadi sebuah cerita dan realita tentang mendungnya kehidupan dan harapan turunnya hujan.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun