Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Catatan di Atas Nota #5

4 Oktober 2022   06:00 Diperbarui: 4 Oktober 2022   06:07 104 2
Apa kata hujan tentang kita?
Langkahmu yang semakin cepat meninggalkanku dalam kesendirian lagi
Jejak jejak terhapus perlahan berganti genangan air yang mengalir ke penjuru
Wangi tanah menghapus harum terakhirmu saat masih satu payung denganku melintasi sore menjelang malam itu
Larilah, pergi sejauh mungkin, masih ada sedikit waktu
Di hujan yang berbeda, kita akan dinaungi oleh paying lainnya
Meski mungkin pula bukan denganku
Babarsari, 6 september 2022


Apa yang paling kamu harapkan saat ini?
Selain membaiknya hati yang dipenuhi pikiran rumit tentang esok hari
Kekhawatiran yang hadir dan muncul di setiap lamunan di ujung senja
Keinginan untuk memberikan pembuktian mendorong jiwa untuk bangkit saat terpuruk
Saat itu pula keraguan menyerang dengan dahsyat, tanpa ampun
Peperangan ini menggerogoti secara perlahan semua keyakinan yang dibangun hanya atas dasar pembuktian
Dunia tidak butuh itu, orang lain juga tak perlu itu
Butuh lebih dari sekedar pembuktian
Energi harus murni yang diubah dari kemampuan untuk menerima
Selanjutnya meneruskan pada apa makna dari memberi dan menjadi alasan untuk bangkit
Kamu butuh Tuhanmu
Babarsari, 11 September 2022


Maaf untuk segalanya
Sampai detik ini, sampai hembusan nafas ini
Takan pernah terhitung dengan angka rupiah
Kasih yang kalian berikan seringkali kubalas dengan kesah
Untuk saat ini saja, jangankan untuk memberi atau mengembalikan semua yang kalian berikan aku takkan mampu
Mungkin pernah terpikir olehku telah memberikan yang terbaik, ternyata masih sangat jauh
Bahkan lebih buruk dari kata buruk
Malu, teramat, sampai kapan, apa yang bisa kuberikan
Sadar sepenuhnya betapa hati ini terus bertengkar
Hati ini telah menghapus semua kata kurang pada diri kalian, dan berharap tak akan pernah muncul lagi
Sepenuhnya menyadari, diriku bahkan tak lebih baik
Selain semua kebaikan yang telah kalian berikan dan tanamkan
Pemberian terbaikku saat ini hanyalah janji
Akan terus mendoakan tanpa henti
Meminta dengan sepenuh hati
Kalian layak ditempatkan di tempat tertinggi
Muliakanlah mereka, Tuhan
Babarsari, 17 September 2022


Kepada hari esok yang tak jelas ujungnya
Aku ingin berpesan tentang kemelut ini
Di tas besar itu, tak satupun tersisa untuk menopangku menghadapi esok lusa dan seterusnya
Di tas kecil itu, tak satupun tersembunyi untuk mendukungku mempertahankan semuanya
Di saku lipat itu, tak satupun terselip benda tipis berharga yang akan menjaminku setelah kuterbangun dari mimpi panjangku
Di dalam saku depanku, telah berulangkali kuraba untuk memastikan aka nada secercah cahaya dari suramnya kepercayaan diri ini
Sementara di saku belakang itu, aku telah tahu tak ada sedikitpun penngkatan suhu setelah kuterduduk di kursi itu berjam lamanya
Akhir bulan masih lama, awal bulan baru saja berlalu
Esok mungkin ada, meski tiada aku di dalamnya
Hari masih belum akan berakhir
Matahari masih menjauh
Babarsari, 18 September 2022


Kapan sih sebenarnya kita pernah ingat?
Saat menarik kencang gas motor di jalanan
Atau menginjak keras pedal gas mobil saat berangkat pagi
Ataukah saat berhenti sejenak di lampu merah menyala sambil menarik dalam rem di jari jari tangan
Pernahkah di saat fokus dengan pekerjaan yang menumpuk, dikejar waktu, ditunggu atasan
Mungkinkah di saat menikmati secangkir minuman dan sepiring makanan
Pernahkah pula di saat letih dalam perjalanan pulang di sore atau malam hari
Berapa waktu yang telah kita habiskan di jalanan, tempat kerja, tempat makan, jalan jalan, kumpul kumpul, nonton tayangan, scrolling medsos, ketawa ketiwi berbalas komentar, belanja di ecommerce
Sebenarnya kita ini apa? Mau ke mana? Mengapa begitu  mudah terlena?
Babarsari, 21 September 2022

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun