Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Fatwa Hujan Perihal Kenangan

20 Oktober 2020   18:19 Diperbarui: 20 Oktober 2020   18:23 89 28

Ketika penyair bersabda dengan pena, hujan berfatwa perihal kenangan yang menghujani langit-langit pikiran
Kau menulis sajak-sajak lara
dari rindu yang tumpah
laksana air bah
namun kini telah berubah

Tanggal-tanggal yang terkelupas
berlalu tanpa selamat tinggal
sementara kau belum beranjak dari bibir masa silam
"bukankah ia hanya halaman-halaman usang yang pantas untuk dibuang?"

Aku masih berpuisi
sembari merajut mimpi
yang pernah kau cabik berkali-kali
agar aku bisa hidup sekali lagi

Jadi, sampai kapan kau mau memelihara sepi?

KEMBALI KE ARTIKEL