Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Lilis "Seorang Pramuria" #3

12 Mei 2021   18:21 Diperbarui: 12 Mei 2021   18:25 86 1

Siang begitu panas Lilis mengajak Eki jalan jalan keliling Kota. Waktu menunjukkan pukul jam dua belas siang tepat siswa/siswi Sekolah Dasar (SD) pulang. Lilis menyuruh Eki untuk berhenti sejenak di depan gerbang sekolah.

Lima belas menit berlalu seorang gadis cantik sekitar berusia delapan tahun muncul dari dalam sekolah dan duduk di depan gerbang sekolah sedang menunggu jemputan.

"Ki kamu lihat anak kecil yang duduk di depan gerbang?" Tanya Lilis
"Yang mana Lis? Anak kecil yang duduk di situkan banyak? "Tanya Eki balik
"Itu loh Ki, anak perempuan yang rambut pendek"
"Oh itu ya Li. Emang kenapa Lis"
"Ada yang aneh ga sama dia?"
"Iya Lis mirip kamu ya? "
"Iya memang mirip aku. Aku Kan ibunya"
Eki terkekeh "ngaco banget sih kamu Lis"
"Bener Ki! Namanya Aurel dia anak ku Ki, kalau kamu ga percaya ya coba kamu tanya aja. "

Eki keluar dan dari mobil dan menghampiri gadis kecil itu.  Sepuluh menit kemudian Eki kembali masuk kedalam mobil

"Gimana Ki? "Tanya Lilis
"Iya sekarang aku percaya Lis" Jawab Eki "tapi kamu kok ga mau ketemu dia sih" Lanjut Eki
"Ga Ki, aku gak mau bau keringat ku yang penuh dosa menyentuh tubuhnya yang suci Ki"

Eki hanya terdiam dan kembali membawa Lilis jalan jalan menyusuri kota.

Setelah menyusuri kota seharian penuh Lilis yang sudah mulai di serang rasa capek kembali mengajak Eki untuk menemaninya minum di sebuah Bar langganannya.

Eki yang mengidap sakit lambung dan mag hanya bisa minum satu dua sloki Lilis mengetahui penyakit Eki. Lilis maklum kalau Eki tidak bisa minum banyak. Kalaupun Eki minum Lilis menyuruhnya untuk berhenti.

Malam semakin larut, Lilis semakin tak sadarkan diri. Botol minuman yang ada di atas meja sudah belasan. Lilis mulai menceritakan semuanya ke Eki
"Ki kamu masih ingat anak kecil yang tadi kita ketemu?"
"Iya Lis, kenapa"
"dua tahun yang lalu lalu Ki saya hamil dan saya tidak tahu ayah dari aurel apakah pacar SMA saya atau guru les kimia saya. Ketika saya hamil mereka tidak mau tanggung jawab.
Karena saya tidak mau membunuh anak yang dalam kandungan saya yang masi suci tidak tau apa apa mereka pergi begitu saja Ki. Sampai sekarang saya tidak tahu mereka dimana.

Setiap hari saya harus menanggung malu mendengar omongan tetangga tentang saya karena saya hamil di luar nikah itu makanya saya memutuskan untuk merantau dan anak Aurel saya titip ke kedua orang tua saya Ki.

Kerasnya kehidupan di kota dan susahnya mencari pekerjaan di kota dengan Ijazah tamatan SMA saya terpaksa harus kerja dengan Mami."
"Lis apa kamu gak bisa mencari pekerjaan lain? "
"Aku juga mau Ki tapi aku dan beberapa teman yang lain sudah me-tandatangani surat kontrak yang berlaku selama 10 tahun ke depan Ki, kalau mau keluar saya harus membayar 20 juta untuk ganti rugi ki.

Mendengar cerita Lilis Eki hanya bengong.

Pukul 02.00 Lilis semakin mabuk hingga muntah di tempat duduk pelayan Bar menghampiri Lilis dan Eki dan menyuruh mereka pulang. Eki mengendong Lilis menuju parkiran mobil dan membawanya pulang.

Pagi yang indah menyambut hari baru tidak terasa sudah tiga bulan Eki kerja sebagai supir dan hari ini dia ingin pamit karena penelitiannya sudah selesai. Ketika Eki bertemu dengan Mami ada seorang perempuan yang datang mendekati Mami dan meminta ingin pulang kampung untuk menikah dan membawa uang sebagai ganti rugi.

Belum selesai gadis itu berbicara Mami mengambil pisau dari piring buah yang berada di atas meja dan menusuk ke perut gadis itu hingga tewas.

Eki yang melihat hal itu bukan hanya sekali tapi sudah lima kali ia melihat hal yang serupa terjadi selama ia bekerja sebagai supir di rumah Mami.

Eki keluar dari ruangan itu dan mengajak Lilis untuk bertemu dan Lilis mengiyakan. Eki mengajak Lilis untuk mengungkapkan perasaannya ke Lilis.

Malam yang di tunggu tunggu pun tiba. Eki mengeluarkan kotak merah yang berisi cincin dari dalam kantong celananya sambil mengungkapkan perasaannya ke Lilis.

Lilis yang sudah merasa cocok dan nyaman setiap dekat Eki Tidak menunggu waktu lama ia menerima Eki sebagai Pacarnya.

Dua bulan kemudian Eki menjalankan sidang skripsi dan ia mengajak Lilis untuk ikut mengambil bagian dari moment istimewa itu. Setelah sidang skripsi selesai Eki tidak melihat Lilis di koridor kampus.
Eki mengambil HP di dalam tasnya ingin menghubungi Lilis. Ketika Eki sedang mengetik pesan untuk Lilis tiba tiba pesan masuk dari nomor baru kalau Lilis meninggal dunia karena kecelakaan.

Sekarang Lilis hanya tinggal kenangan dan Eki hanya bisa melihat Lilis di dalam lembar skripsi.

KEMBALI KE ARTIKEL