Mohon tunggu...
KOMENTAR
Keamanan

Teknik Penyadapan (Teknik Mendapatkan Informasi) Yang Digunakan Oleh Negara Asing

2 November 2013   04:08 Diperbarui: 24 Juni 2015   05:42 1266 2

Tulisan ini terbagi atas Pendahuluan, terkait dengan pengalaman dan Teknik Penyadapan, maksud penulisan ini adalah sebagai saran berbagi tanap ada maksud dan tujuan apapun.

PENDAHULUAN

Sebenarnya masalah penyadapan saat ini lumayan menarik apalagi hal ini terkait dengan negara asing. Sebenarnya sudah lama mengundurkan diri dan menjauh dari hal di atas, namun sebagai saran untuk berbagi maka saya coba untuk menerangkan.

Pengalaman Pribadi

Pengalaman saya sebagai seseorang yang merasakan penculikan 20 tahun yang lalu di era Soeharto pada saat itu November tahun 1992 selama berbulan-bulan dan bisa berada searea dengan Xanana Gusmao di salah satu fasilitas intelejen negara (bukan di Cipinang seperti yang dirilis di media). Salah satu yang menarik saat bersama dengan Xanana Gusmao adalah teriaka ketakutannya saat melihat tikus tanah Jakarta yang cukup besar masuk ke dalam selnya, ternyata beliau takut sekali melihat tikus tanah yang besar hingga mengagetkan seluruh fasilitas tersebut.

Pengalaman  ini bermanfaat  khususnya pada saat era menjelang Reformasi diminta oleh salah satu pihak Nasionalis untuk mengamankan jalannya Reformasi (saat itu belum ada istilah Reformasi) di tahun 1997 untuk menyelamatkan dan mengamankan tokoh-tokoh dan mahasiswa-mahasiswa dari kemungkinan penangkapan dan penculikan. Namun ternyata masih terjadi beberapa penculikan, itu diluar kemampuan karena dengan segala keterbatasaan saat itu.

Pengalaman Khusus dengan Pihak Asing

Pengalaman berikutnya adalah bertemu dengan beberapa pihak asing, khusunya dengan beberapa pihak setelah Reformasi  berhasil yaitu tahun 1999. Yaitu bertemu dengan pihak dari negara-negara Uni Eropa saat akan mengeluarkan matau Uang Tunggal Eropa. Selanjutnya mendapat kontak dari beberapa Keduataan Besar terkait masalah Khusus terkait masalah Reserve Finance, sehingga pada saat itu salah satu Institusi Moneter Internasional mengeluarkan surat permintaan maaf atas tindakan yang berlebihan dan tidak sopan. Selain itu juga bisa merasakan hal khusus saat Kedutaan Besar Amerika Serikat menutup Kedutaannya saya masih bisa bertemu dengan Stephen Edson. Termasuk juga saat berkomunikasi dengan beberapa Pejabat Teras Federasi Rusia saat di Era Megawati sebelum kunjungan beliau ke St. Petersburg, Federasi Rusia untuk menerima pesawat Sukhoi dan Mi 35 (sampai sekarang masih tersimpan Botol Anggur utuh pemberian dari Rusia). Pengalaman yang lain bertemu dengan beberapa Expatriat yang menawari pekerjaan sebagai konsultan dengan gaji yang luar biasa, namun saya mengambil jalan tersendiri dan akhirnya memilih sebagai petani walau sering gagal panen.

TEKNIK PENYADAPAN

Berbicara masalah Penyadapan (Mendapatkan Informasi) saat ini maka perlu diketahui bagaimana informasi diperoleh. Secara harafiah bahwa penyadapan oleh beberapa negara dituding melalui Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal, dengan kata lai menggunakan Fasilitas Diplomatik. Namun sebenarnya penyadapan saat ini sudah bergeser dengan menepatkan fasilitas tersebut ketempat lain, namun umumnya menggunakan fasilitas komersial seperti Penanaman Modal Asing, dimana motifnya saat ini bukan hanya masalah Pertahanan dan Keamanan, namun juga sudah merambah kepada masalah Ekonomi, Teknologi, Kesehatan, Mineral, Pertanian dan semua lini.

Penanaman Modal Asing yang paling mungkin melakukan penyadapan baik untuk kepentingan ngera yang bersangkutan maupun kepentingan bisnis dibagi 5 kategori:

1.     Perusahaan dengan modal besar dan berteknologi tinggi, perusahaan seperti dapat menmpatkan perangakat yang cukup tinggi dan bernilai mahal dengan alasan untuk kepentingan perusahaan, biasanya pada fasilitas ini hanya diakses oleh segelintir orang dengan otoritas khusus

2.     Perusahaan Pemeringkat dan Survei, perusahaan ini akan sangat bebas bergerak karena memiki bidang cukup luas dan dapat merambah kemana saja dengan alasan survey

3.     Perusahaan yang bersifat sebagai perantara (broker), perusahaan ini lebih meluas lagi aktifitasnya, karena dapat menempatkan expat dimana saja sesuai kebutuhan klien, termasuk juga dengan kamuflase sebagai melakukan pemasaran suatu produk atau melakukan promosi kegiatan tertentu yang mengundang banyak pihak

4.     Institusi Penelitian, beberapa institusi asing dapat melalkukan penelitian untuk mendapatkan informasi dengan obyek khusus atau kamuflase penelituan obyek tertentu namun melakukan eksplorasi informasi yang lain

5.     Lembaga Non Pemerintah, lembaga ini paling bebas bergerak karena bisa mencapai ke grass root dan lokasi yang paling jauh, serta bernegosiasi dengan pemangku kepentingan

6.     Disamping itu masih ada lenbaga dan agen-agen independen seperti yang dirilis ABCnews.com pada pagenya http://abcnews.go.com/US/secret-history-nsa-contractors/story?id=19366914&singlePage=true

Kemudian memilih target atau tokoh yang dituju untuk mendapatkan informasi baik Pejabat Negara, Pemangku Kepentingan, Parlemen, Kalangan bisnis atau warga sipil yang dianggap penting. Selanjutnya ditetapkan topik yang ingin didapat informasinya seperti beberarapa negara akan sangat sensitif bila mendengar kata TRUST, TRUSTEE, RESERVE, GOLD RESERVE, COLLATERAL dan beberapa hal lainnya, terkait dengan kondisi keuangan negara bersangkutan. Namun bberapa begara juga memasukkan topik yang terkait dengan Pertahanan dan Keamanan, Teroris, Sumber Mineral baru, Cadangan Pangan, dan sebagainya.

Bagaimana Informasi di dapat, maka digunakan teknik-tenik untuk mendapatkan informasi. Pada  umumnya yang dilakukan adalah sebagai berikut

Cara mendapatkan informasi dibagi 2 yaitu langsung dan Tidak Langsung

Cara Langsung


  1. Kliping, Merupakan cara klasik untuk mendapatkan informasi yaitu dengan mengkliping media, jurnal, selebaran, brosur atau pun media cetak lainnya. Namun saat ini telah berkembang seiring munculnya media elektronik maupun sosial media dimana kliping dilakukan dari media elektronik maupu segala sesuatu yang dirilis melalui sosial media.
  2. Person, Merupakan teknik klasik namun cukup mendapatkan informasi awal. Cara ini dengan bertemu, berteman atau menjadi partner dalam suatu kegiatan, selanjutnya semua pembicaraan, data cetak dan non cetak dikumpulkan dan dinterpretasi lebih lanjut. Termasuk data dari kartu nama, CV dan profil sangatlah banyak memberikan informasi, karena pada umumnya seseorang ingin memberikan informasi tentang siap dirinya dan seberapa dekat orang tersebut dengan orang berpengaruh. Pembicaraan dengan pihak yang ditarget akan dicatat dan dikembangkan.
  3. Aktifitas dan Hobby, Aktifitas dan hobby seseorang mencerminkan pribadi , kerja dan jaringan yang dimiliki. Dengan mendapatkan informasi aktifitas dan hobby seseorang maka akan tergambarkan informasi dan arah kegiatan dalam mendapatkan informasi. Dengan siapa saja orang tersebut beraktifitas dan kapan dilakukan serta hgal apasaja yang mungkin dibahas.
  4. Perilaku, Perilaku seseorang dapat mencerminkani bagaimana informasi tersebut tersebar dan terhubung serta informasi tersebut terdistribusi. Perilaku seseorang diera sekarang sangat mudah dengan membaca dari aktifitas penggunaan kartu debit dan kartu debit, termasuk pola pengambilan uang dimana uang tersebut akan digunakan untuk apa dan siapa termasuk untuk menjamu rekan atau kolega ditempat tertentu. Dari sini pihak yang membutuhkan informasi akan mencegat (intersep) atau menaruh orang atau perangkat penangkap sinyal komunikasi.
  5. Foto dan Copying, Yaitu teknik klasik dengan mendapatkan citra dari obyek yang dibutuhkan seperti citra seseorang dan lawan bicara, citra dokumen, memasang scanning pada alat fax/fotokopi/kartu kredit dan lain sebagainya
  6. Elektronik

KEMBALI KE ARTIKEL