Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Terima Kasih, Ibu

3 Desember 2020   15:38 Diperbarui: 3 Desember 2020   15:42 127 7

28 tahun yang lalu, tepatnya Tahun 1992, ibuku mengantarkanku terlahir ke dunia ini di sebuah desa kecil di Buton, Sulawesi Tenggara. Aku hidup empat tahun di desa itu bersama ibu, kedua saudaraku dan nenekku. Ayahku merantau di daerah lain untuk mencari nafkah. Hingga tahun 1997 akhirnya kami memutuskan berpindah ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara untuk tinggal di sana bersama keluarga-keluargaku yang lain.  Di Kota Baubau inilah, banyak hal yang terekam dalam ingatan tentang ibuku. Aku masih ingat betul saat ibuku berusaha mengenalkanku pada huruf alfabet dan angka-angka. Ibuku  mengambil beberapa lembar kertas, menuliskan huruf-huruf dan angka serta menyebutkan nama tiap huruf dan angka itu. Dia meminta aku mengulangi setiap nama dari huruf dan angka-angka itu. Setiap hari ibuku mengajarkanku untuk bisa membaca dan mengenali angka-angka hingga pada usia enam tahun, aku masuk ke sekolah dasar.

KEMBALI KE ARTIKEL