Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora

Tangkal Kerusakan Hutan, Saka Wanabakti Didukung KPH Banyuwangi Utara Gelar Penanamam Pohon Bersama

4 Maret 2019   12:21 Diperbarui: 5 Maret 2019   12:25 57 0
BANYUWANGI -- Saka Wanabakti Tingkat Ranting Banyuwangi mengikuti Gerakan Penanaman Bersama Perhutani KPH Banyuwangi Utara yang melibatkan jajaran Perum Perhutani, Polsek, Koramil, Camat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) betempat di Petak 19 RPH Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Acara Gerakan Penanaman Bersama ini dibuka oleh Administratur KPH Banyuwangi Utara, Agus Santoso, Jumat (22/2/2019).

Bima Andrayuwana, Waka Administratur KPH Banyuwangi Utara mengatakan, saat ini kita semua dihadapkan pada persoalan kehutanan, mulai dari perambahan hutan dengan beralihnya fungsi hutan, hingga penebangan ilegal.

"Dengan kegiatan ini, kami harapkan dapat membangkitkan kembali keresahan terhadap persoalan hutan di tengah-tengah dilema lajunya pembangunan," ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan diadakan kegiatan ini diharapkan para pemuda penerus bangsa dapat lebih berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan.

"Kami melibatkan adik-adik Saka Wanabakti Ranting Banyuwangi yang merupkan binaan KPH Banyuwangi Utara. Tujuannya untuk mengajak dan memberikan contoh kepada kaum muda untuk memahami pentingnya melestarikan lingkungan," ujar Bima.

Bima mengharapkan, Gerakan Pramuka harus menjadi yang terdepan dalam melaksanakan revolusi mental, revolusi menjadi bangsa yang memiliki karakter baik, jujur, disiplin, beretos kerja, tangguh, dan bertanggung jawab dengan bersandar pada nilai-nilai budaya yang baik.

"Hutan hujan Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia, yang di dalamnya mengandung kekayaan ragam kehidupan yang harus dilestarikan demi kelanjutan hidup umat manusia di masa mendatang. Budaya kita dengan berbagai kearifan lokalnya telah menunjukkan hubungan yang harmonis antara manusia dan hutan. Oleh karena itu, pembangunan manusia yang dilakukan harus tetap bersandar pada nilai-nilai budaya yang ada, yang telah dijadikan panduan hidup sejak dulu," paparnya.

Kegiatan penanaman bersama ini bertepatan dengan hari kelahiran bapak pandu dunia yaitu Baden Powell. Sesuai pesan Bapak Pandu Dunia adalah pentingnya pemuda dalam menjaga kelestarian hutan. Baden Powell tidak hanya mengajarkan cinta terhadap lingkungan hidup, tapi juga mengeksplorasi alam untuk pemaknaan hidup. Dia selalu mengajak kaum muda untuk berpetualang di alam terbuka.

"Harapan saya, Saka Pramuka Wanabakti Ranting Banyuwangi yang berpangkalan di KPH Banyuwangi Utara diberikan peran lebih, tidak hanya dalam memahami persoalan kehutanan, tetapi juga peran di masyarakat dalam mengampanyekan kelestarian hutan secara berkelanjutan," pesan Bima.

Ipda Agus Suprapto, Kapolsek Wongsorejo berpesan untuk anak muda, kegiatan ini merupakan suatu hal yang sangat positif untuk menumbuhkan rasa kecintaan kepada hutan serta kelestarian lingkungan sekitar kita.

"Anggota Pramuka bisa menjadi pelopor untuk melestarikan hutan serta lingkungan sekitar kita. Kita sebarkan terus vibrasi ini. Anggota Pramuka, baik yang ikut maupun tidak menjadi peserta dalam gerakan penanaman ini, agar bisa menjadi pelopor untuk hal positif," imbuhnya.

Agus memberikan pesan, kegiatan apapun terutama berkemah, para anggota Pramuka diharapkan tidak menggunakan peralatan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, styrofoam dan sedotan plastik, dan menerapkan pengelolaan sampah yang baik di seluruh bumi perkemahan dan rute penjelajahan.

"Mari kita satukan tekad bersama untuk menjaga lingkungan dan hutan. Alam yang terjaga, akan memberikan fungsinya kepada manusia mulai dari fungsi produksi sampai pada fungsi konservasi. Semua itu untuk kesejahteraan manusia," ujar Agus.

Menurut Lita Suryaningsih, salah satu anggota Saka Wanabakti Ranting Banyuwangi mengatakan, kegiatan ini menarik dan banyak hal yang bisa kita pahami tentang pentingnya melestarikan lingkungan terutama hutan.

"Saya bangga bisa bergabung dalam kegiatan penanaman bersama ini karena disini kami didampingi instruktur yang hebat dan pamong yang keren. Semoga generasi muda lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan mulai sekarang. Kalau bukan kita, siapa lagi dan kalau bukan sekarang, kapan lagi," pungkas Lita.

Penulis : Ferry Bisma Pramudita
Editor: Mohamad Arif Fajartono
Publisher: Rofiudin

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun