Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Puisi | Setitik Debu

26 Maret 2020   16:31 Diperbarui: 26 Maret 2020   17:14 14 0

Bagai setitik debulah kami
di jagat maha besar 
membentang luas, merangkul yang ada 
dasyat, perkasa.

Namun kami, manusia 
pongah dan angkuh 
serakah dan rakus kuasa 
seperti kamilah yang paling perkasa. 

Bagai setetes airlah kami 
di samudera raya 
membentang membelah jagat 
memberi hidup dan memperingati hayati. 

Namun kami, manusia 
berlaku seolah yang paling agung 
melebihi segala ada
penuh kesombongan. 

Meski demikian 
setitik debu itu berarti 
setetes air itu kaya 
yang mesti dihayati, dihidupi 
dengan rendah hati.

KEMBALI KE ARTIKEL