Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

[Serial Inspiratif Banua] Melestarikan Rumah Adat Banjar dengan Miniatur

5 Maret 2016   22:54 Diperbarui: 20 Maret 2016   19:40 441 2
Salah satu kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki oleh Suku Banjar yang mendiami sebagian besar wilayah Propinsi Kalimantan Selatan adalah seni arsitektur rumah adat, yang biasa disebut Rumah Adat Banjar. Menurut situs resmi Kesultanan Banjar, ada 10 (sepuluh) jenis rumah adat banjar, yaitu bubungan tinggi, gajah baliku, gajah manyusu, balai laki, balai bini, palimasan, palimbangan, cacak burung/anjung surung, tadah alas, dan lanting. Sebagian lagi ada yang menambahkan jenis joglo gudang dan joglo bangun gudang yang konon sudah dipengaruhi oleh arsitektur rumah adat joglo dari Pulau Jawa. Seluruh ornament dan elemen rumah adat Banjar, seperti halnya rumah adat dari daerah lain di Indonesia, semuanya terbuat dari bahan kayu dan sebagian besar diantaranya memakai kayu ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri) kayu khas Pulau Kalimantan yang terkenal kuat dan tahan lama. Maka tidak heran jika sampai sekarang masih banyak ditemukan berbagai jenis rumah adat Banjar berusia ratusan tahun yang masih tegak berdiri di berbagai kota di Kalimantan Selatan, minimal kerangka utama berbahan kayu ulin yang masih tersisa, sehingga jenis dan tipe rumah masih bisa dilacak dan dikenali.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun