Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Bandung 1957 (3) Panik Influenza Mei-Juni

27 Desember 2014   02:49 Diperbarui: 17 Juni 2015   14:23 59 0

Akhir pekandi akhir Mei 1957menjadi begitu mengelisahkan bagi warga kota Bandung.Jum’at 24 Mei 1957 Inspeksi Kesehatan Rakyat Provinsi Jawa Baratmengirimkan kawat kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Dr. Pringadi bahwa sejak 18 Mei Bandung telah diserang wabah influenza dalam kategori sangat membahayakan.Dalam kawat disebutkan bahwa dua orang penduduk Medan bernama Supratno dan Saifudin yang mengikuti kursus Pengamat Kesehatan di kota itu kemungkinan mereka yang membawa wabah. Hanya dalam waktu kurang seminggu 38 orang terserang.

Asrama Cipaganti tempat para pengamat kesehatan itu tinggal diisolir. Kepala Jawatan Kesehatan Kotabesar Bandung dr. Admiral Surasetjamengeluarkan pengumuman dengan melibatkan Komando Militer Kota Besar Bandung (KMKB). Pihak jawatan kesehatan mendesak kepala-kepala sekolah dan instansi lain memperhatikanbila ada warga yang terjangkit penyakit ini, agar mereka memberitahukannya kepada jawatan kesehatan.

Penyakit influenza tidak termasuk dalam epidemik ordonasi dan karantina ordonasi sehingga pemerintah tidak dapat melakukan pelarangan terhadap orang-orang yang datang dengan kapal ke Indonesia atau melarang orang pergi ke tempat di mana ada wabah.Pada waktu itu sukar untuk membedakan mana orang yang terkena pilek biasa dan mana yang terkena influenza. Gejala-gejalanya panas, tenggorokan sakit, sedikit pusing dan rasa sakit pada sendi-sendi, sedikit batuk.Selama dua hari akan terasa panas dan sekitar , lima hari kan merasa tidak enak badan.

Dr. Pringgadi meminta kepada rakyat banyak agar orang yang terkena lebih banyak istirahat di rumah dan menghindari berkumpul dengan orang banyak. Menurut keterangannya influenza sendiri tidak membunuh, tetapi penyakit itu menimbulkan komplikasi seperti long-ontsteking yang bisa membunuh.Kalau sampai pada taraf demikian penyakit bisa disembuhkan dengan obat modern (menurut ukuran)  masa itu seperti penesilin dan sulfa.1

Persoalannya pada 1919pandemi influenza pernah meneerang Hindia Belanda. Wabah ini bermula diAmerika Serikat (AS) Maret 1918, lalu menyebar ke Eropa bersamaan dengan kedatangan pasukan AS yang dikirim ke sana. Hanya dalam beberapa pekan menyebar ke berbagai belahan dunia lainnya. Pada bulan Juni, penyakit ini sudah mencapai Bombai, India, lalu mencapai Pankattan di pantai timur Sumatera. Pada awal 1919, wabah flu menyebar ke Jawa Tengah dan kemudian memasuki Jawa Barat.

Data dari arsip temuan awal menyebutkan, minggu ke-27 sampai ke-43 pada 1917 tercatat 230.098 penduduk di Jawa Barat, Jawa Tengah dan J awa Timur (Madura, Bali, Lombok) terserang influenza dan tahun 1918 jumlahnya meningkat jadi 229.566 orang. Periode selanjutnya, pekan ke-44 sampai ke-47 pada 1917 dilaporkan 51.688 kasus dan pada 1918 sebanyak 359.241 kasus.2

Wakil Kepala Jawatan kesehatan Kotapraja Jakarta Raya Dr.Sajonobelum menyimpulkan adanya aanda-tanda wabah di Jakarta.Meskipun begitu Jumlah anak yang tidak masuk Sekolah Rakyat karena sakit meningkat sebanyak 7 hingga 7,5%dengan sebab yang tidak pasti. Itu kabar Jakarta. Warga Bandung lebh menakutkan kabar orang yang terkena penyakit yang diduga influenza meningkat menjadi 48 orang hingga Senin Pagi 27 Mei 1957.Sebagian besar korban yang menderita flu adalah kalangan pelajar dan ada pula guru. Wabah diperkirakan sudah terjadi di Medan, Makassar, Sumatera Barat.3

Tiga orang dokter, yaitu dr. Admiral Surasetja, Kolonel dr.Wonojudo dan dr. Sukojo dibandung KMKB Bandung mengadakan penyelidikan.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dalam asrama sekolah pengamat kesehatan, siswa yang datang dari Medan sudah tertular influenza pada 8 Mei di kotanya.Sementara yang seorang lagi terkena Malaria.Masalahnya terdapat 44 orang lagi dalam asrama tersebut menderita gejala yang mirip influenza dinyatakan pilek baisa.Di antaranya hanya 5 yang masih sakit dan yang lain sembuh.Pihak penyelidik juga datang ke asrama Fakultas Teknik Bandungdan menyatakan mereka yang sakit tidak ada hubungannya dengan wabah influenza sekarang.4

Selesaikah masalah? Tidak. Vitamin C tiba-tiba menghilang dari kota Bandung pada akhir Mei dan awal Juni 1957. Militer Kota Bandung akhirnya mengadakan razia terhadap semua rumah obat dalam Kota Bandung guna mengetahui persedian vitamin C di kota itu.Razia ini juga bertujuan mencegah naiknya harga, sekaligus mencari obat-obat terlarang yang harusnya dijual dengan resep, seperti sulfa dan penisilin.Dalam razia pihak berwajib berhasil menyita10 Kg Vitamin C dari sebuah toko obat dan menyegel sejumlah toko yang menjualbelikan obat-obat tanpa resep.5

Panik wabah Infleunza benar-benar dimanfaatkan oleh industri farmasi untuk menawarkan obat batuk dan kerongkongan gatal, hingga vitamin C.Di Kota Jakarta selama dua pekan118 orang meninggal. Namun Jawatan Kesehatan Kotapraja menyebutkanmereka yang meninggal bukan hanya karena influenza tetapi penyakit lain.Di Jakarta situasi lebih parah, rumah-rumah dokter, apotik diserbu orang. Para dokter melayani pasien dari pagi hingga pukul 23.00 dan apotik hingga pukul 24.00.6

Pada 22Juni 1957dr.Fatah Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat mengumumkanbahwa virus influenza yang menyerang Jawa Barat tidak berbahaya dan tidak berhubungan wabah yang meminta korban pada 1918-1920.Pada 9 hingga 15 Juni 30.700 warga Jawa Barat menderita sakit, dari jumlah itu Tangerang mencatat angka 6830 kasus, Kotapraja Bandung 5087 kasus merupakan kawasan yang terbesar. DisusulKabupaten Bandung sebanyak 2696 orang, Kabupaten Cirebon 2601, Kabupaten Sukabumi 2122 dan yang lain di bawah 2000. 7

Secara globalmemang terjadiFlu Asia 1957, juga disebut pandemi flu Asia 1957, wabah influenza yang pertama kali diidentifikasi pada Februari 1957 di Asia Timur dan kemudian menyebar ke negara-negara di seluruh dunia. Wabah pada 1957disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai influenza A H2N2 subtipe, atau virus flu Asia. Penelitian telah menunjukkan bahwa virus ini adalah reassortant(spesies campuran) galur, berasal dari strain flu burung dan virus flu manusia. Pendemi 1957 ini merupakan pandemi influenza besar kedua terjadi di abad ke-20, setelahi pandemi influenza dari 1918-1919 (juga dikenal sebagai flu Spanyol) dan kemudian muncul lagipandemi flu Hong Kong tahun 1968. Wabah flu Asia menyebabkan sekitar 1.000.000-2.000.000 kematian di seluruh dunia dan umumnya dianggap telah menjadi paling parah dari tiga pandemi influenza dari abad ke-20.8

Irvan Sjafari

Catatan Kaki

1.Pikiran Rakjat 25 Mei 1957

2.Keterangan dari tim sejarah Universitas Indonesia menyelenggarakan seminar berjudul "Pandemi Flu 1918 di Hindia Belanda".http://fluburung-indo.blogspot.com Selama pandemi influenza terjadi saat itu, diperkirakan 28 persen dari populasi penduduk saat itu yang berjumlah 500 juta jiwa terinfeksi. Total kematian yang tercatat akibat pandemi influenza tahun 1918 berkisar 20-40 juta jiwahttp://kesehatan.kompas.com/read/2009/06/19/21284094/Tahun.1918..Indonesia.Terkena.Dampak.Pandemi.Influenza.Lihat juga Priyanto Wibowo, 2009,”Yang Terlupakan: Pandemi Influenza 1918 di Hindia-Belanda”, Kerjasama antara Departemen Sejarah Fakultas Ilmu PengetahuanBudaya Universitas Indonesia, Unicef Jakarta danKomnas FBPI,

3.Pikiran Rakjat, 27 Mei 1957

4.Pikiran Rakjat, 29 Mei 1957

5.Pkiran Rakjat, 4 Juni 1957

6.Pikiran Rakjat, 6 Juni 1957

7.Pikiran Rakjat, 22 Juni 1957

8.http://www.britannica.com/

KEMBALI KE ARTIKEL