Mohon tunggu...
KOMENTAR
Digital Pilihan

Tim Berners-Lee, Dihargai atau Tidak, Terus Berkarya

5 Agustus 2021   01:38 Diperbarui: 5 Agustus 2021   21:01 176 4

Ada rasa haru dalam hati ketika saya mulai menulis artikel ini di malam buta (5 Agustus 2021, pukul 00.15). Bisa dikatakan bahwa ini adalah artikel apresiasi atas apresiasi pak Y. Edward Horas S (sekarang saya tahu makna akronim di belakang nama ini), yang baru saja menayangkan artikel: Sebuah Artikel Apresiasi untuk Bapak Johan Japardi.

Isi artikel ini sebenarnya sudah tersimpan lama dalam ingatan saya dan belum terpikirkan oleh saya untuk menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, kecuali sedikit "coretan" dalam diary saya yang sekarang saya elaborasi untuk para pembaca sekalian.

Berbicara tentang Tim Berners-Lee, bisa saya pastikan lebih banyak pembaca yang belum mengetahui siapa dia, tapi hasil karyanya kita gunakan setiap hari, tidak bisa tidak.

Saya tidak usah panjang lebar menguraikan tentang siapa Tim Berners-Lee, cukup inti-intinya saja.

Tim (saya menggunakan nama depan sebagai perhargaan dengan menggunakan sapaan cara Indonesia) adalah penemu HTML. Apa itu HTML? Sebelum saya lanjutkan, tanpa HTML tidak akan ada situs web yang kita akses setiap hari, dan tanpa mengakses situs web, kita seperti kembali hidup di abad pertengahan, atau setidaknya zaman sebelum Tim menemukan HTML.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan