Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Pilihan

Tokonoma, Sebuah Niche Jepang, Kecil tapi Menjadi Pusat Perhatian

14 Juni 2021   18:03 Diperbarui: 18 Juni 2021   11:31 184 4

Karena hari ini saya mendapat gagasan untuk membicarakan tentang niche market, maka saya pun memulai dengan menulis artikel: K-Car si Pengambil Niche Market. Definisi niche market bisa Anda baca di dalam artikel tersebut.

Saya mengamati bahwa orang Jepang sangat memperhatikan hal yang sekecil-kecilnya sehingga luput dari perhatian banyak orang lain. Saya yang sesekali berbelanja ke toko Daisho, Miniso dll bisa melihat hal ini, dan membeli produk-produk yang kecil tapi belum terpikiran untuk diproduksi oleh produsen lain.

Beberapa orang teman pernah mengomentari tentang kamar mandi saya yang di lantai bawah yang menurut mereka terlalu kecil, karena saya bagi dari 1 menjadi 2 kamar mandi. Saya katakan bahwa mereka belum bandingkan saja dengan kamar mandi di dalam apartemen di Tokyo, dan belakangan mereka baru menyadari hal ini setelah ada apartemen studio yang dipasarkan di Jakarta dengan ukuran 14 meter persegi (kira-kira 4 x 3,5 meter). Semuanya adalah karena pengadaptasian yang kita buat, luas atau sempit itu relatif. Bagaimana pula dengan ukuran toilet di dalam pesawat terbang?

Saya menduga bahwa pemerhatian orang Jepang dimulai dari rumah mereka masing-masing. Di dalam rumah tradisional Jepang biasanya terdapat sebuah tokonoma, yaitu sebuah niche atau alcove (ceruk) atau sebidang kecil dari ruang, yang menjadi titik pusat perhatian di dalam sebuah washitsu atau ruang bergaya Jepang. Tokonoma hanya ada di dalam washitsu yang dianggap sebagai washitsu utama (washitsu untuk menerima tamu), dengan tujuan menunjukkan keramahtamahan kepada para tamu yang datang.
   
Kenapa tokonoma yang kecil itu bisa menjadi pusat perhatian? Karena tokonoma ini diisi dengan benda-benda yang sangat penting, bermanfaat, dekoratif, dan artistik.

Kita lihat sebuah konsep tokonoma yang minimalis:
1. Menempatkan benda-benda dekoratif khusus dalam sorotan, alih-alih membuatnya bersaing untuk mendapatkan perhatian dengan lusinan lainnya
2. Digunakan untuk perayaan musiman dan penikmatan anugerah alam.
3. Membatasi jumlah benda-benda dekoratif yang dipajang, untuk mencegah penumpukan yang berlebihan.
4. Jika diputar, benda-benda dekoratif akan menampilkan keindahan dari sudut yang berbeda.

KEMBALI KE ARTIKEL