Mohon tunggu...
KOMENTAR
Edukasi

Upaya Sekolah Menumbuhkan Literasi Budaya Baca

9 Juni 2020   15:15 Diperbarui: 14 Juli 2020   17:31 175 1


Untuk menumbuh kembangkan minat membaca siswa ,program gerakan literasi dalam menumbuh kebiasaan memiliki kewajiban membantu siswa untuk belajar  untuk meningkatkkan kemampuan literasi membaca,dan  pada saat  pencapaian yang sama bagaimana menumbuhkan kesukaan siswa untuk membaca dan sebuah aktivitas. Tentu petugas perpustakaan Sekolah perlu merancang program  membaca secara terencana, terjadwal, dan konsisten dilaksanakan.

Dalam kegiatan rutin membaca yang dilakukan secara terus dan melaksankan inovasi secara terus menerus maka dapat menjadi pembiasaan, yang akhirnya akan menjadi budaya. Bila siswa sudah terbiasa membaca mereka akan  memiliki ketrampilan membaca yang baik, siswa kemampuan membaca yang baik, biasanya mencapai hasil belajar yang baik.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan betapa pentingnya kemampuan membaca, dan membangun budaya baca, terutama mulai dari kelas awal saat anak baru mulai sekolah.Anak yang lamban membaca pada kelas awal, akan mengalami kegagalan yang semakin parah pada kelas  dan kelas tingkat berikutnya hal ini dikenal dengan istilah' Efek Matthew".

Dalam ilmu ekonomi efek'Mattew"berarti,yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.Dalam ilmu pendidikan, dalam hal ini berarti yang lambat mendapat hasil yang rendah sedangkan yang menengah dan cepat akan mendapatkan nilai yang lebih baik.Jadi mmbaca adalah kunci dalam hal ini, bahwa kemampuan membaca , sangat penting untuk membangun  budaya kebiasaan membaca akan membuat siswa belajar meningkatkan kemampuan sejak awal, bukan saja  belajar dari kemampuan membaca, namun mereka mencintai membaca.

Dengan mencintai membaca maka ketrampilan dan kemampuan mebaca akan terus berkembang.

Lalu bagaimna cara yang efektif untuk mempasilitasi siswa agar mereka tumbuh minat bacanya ?

Berikut beberapa langkah dari hasil pengalaman pratik yang baik di sekolah yang sudah berjalan di beberapa sekolah  dengan metode ; (1 ) salah satu cara agar siswa suka membaca adalah membawa mereka ke toko buku dan membebaskan memilih judul buku apa yang disukai (2 ) Memilih siswa yang  dan rajin membaca ke perpustakaan sekolah ( 3 ) Petugas perpustakaan dan guru pendamping ikut serta mendampingi ketoko buku ( 4 ) Buku-buku yang dipilih adalah buku cerita,buku pelajaran,buku ilmu pengetahuan umum, atau yang lain sesuai pilihannya.

Buku-buku tersebut adalah sesuai hasil pilihan siswa  yang ditunjuk berdasakan yang angtip dan rajin mengunjungi perpustakaan ,adapun dengan bentuk pembelian oleh sekolah dan menggunakan mata anggaran APBN yaitu bantuan  dana BOS ( Bantuan operasional sekolah )  dan anggaran perpustakaan sekolah ( satu tahun)  sudah mengalokasikan anggaran, program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada siswa yang banyak membaca dan juga penting selain, yang rajin membaca dan program ini juga perlu dilakukan untuk siswa yang minat bacanya rendah , agar minat membaca siswa tersebut semakin tumbuh karena mendapatkan buku bacaanya yang disukai.

Disamping manfaat perpustakaan dalam rangka pembelajaran,perpustakaan sekolah menjadi media yang rutin digunakan guru dalam pembelajaran,disetiap kelas juga tersedia sudut baca yang koleksi buku bacaannya diganti setiap bulan dan ada juga program membaca bagi siswa yang belum lancar membaca agar diberikan dan waktunya dilaksanakan di luar jam mata pelajaran untuk mengedukasi dan memotivasi agar kemampun pembejaran dapat ditingkatkan,upaya-upaya inilah perpustakaan sekolah mendesai progaram agar perpustakaan dimanfaatkan.

Perpustakaan sekolah sebagai penyedia informasi dan rencana program tahunan untuk penambahan koleksi karya cetak dan rekam   perpustakaan  membuat acara kegiatan meliputi wakaf buku dengan acara pameran dan   kegiatan membaca massal dan di ikuti seluruh siswa,guru, orang tua siswa, dan tamu undangan wajib membawa buku untuk tujuan membaca secara massal selama 15 menit dan hasilnya  setelah selesai membaca dan jumlah buku diserahkan secara sismbolis  kepada ketua Osis,kepala sekolah.

Dampak dari kegiatan itu membaca dan menulis akan terjadi pengaruh nilai-nilai kegiatan yang dilaksanakan, dan akhirnya  siswa termotivasi  dan membuat banyak siswa lebih mudah menuangkan ide-idenya yang kreatif dalam tulisan ,program membaca ini diharapkan bisa menumbuhkan kembangkan petensi siswa.Terutama pada kemampuan siswa dengan membaca buku tersebut dengan kegiatan  budaya membaca  siswa bisa berkembang, sejalan dengan perubahan waktu kemampuan literasi yang lebih luas yang mencakup literasi,ilmu-ilmu sosial,literasi matematika,literasi media,,literasi inforamsi dan literasi memasak dan sebagainya menjadi salah kegiatan yang harus di ciptakan di sekolah.

Oleh sebab itu kemampuan literasi bidang ilmu lainnya menjadi tingkat kemampuan dalam membaca tahapan proses waktu keberhasilan itu akan lahir siswa-siswi  yang kreatif dan menjadi teladan di lingkungan sekolah dan penting yang harus dikuasai siswa agar bisa hidup dan berkehidupan pada abad ke-21, sesuai hasil surve yang dilakukan TIMSS dan PilLS yang dilakukan pada tahun 2011, siswa sekolah dasar Indonesaia masih menempati urutan bawah dibandingkan dengan negara tetangga  dan juga siswa jenjang SMP juga masih menunjukkan hasil yang sama.

Berpijak pada data emris diatas,upaya peningkatan kemampuan literasi yang harus dilakukan sedini mungkin agar kompetensi para siswa meningkatkan agar  literasi siswa semakin krusial untuk dilakukan dan meningkatkan  dengan program kegiatan Gerakan literasi (GLS ) dalam rangka mengembangkan kemampuan literasi untuk siswa yang pada akhirnya diberikan akses kepada siswa untuk menumbuhkan minat bacanya.Siswa menjadi lebih berkesempatan mendapatkan bahan bacaan yang sesuai dengan minat atau kesukaanya.

Program membaca diharapkan bisa menumbuhkan kembangkan potensi para siswa.terutama pada kemampuan kegiatan membaca tersebut,literasi menulis, melalui pengablikasikan strategi pemebelajaran dan penilaian literasi, dalam tahapan GLS akan terlaksana dan berkemampuan maka literasi siswa Indonesia akan meningkat.Oleh sebab iti, buku merupakan nahkoda untuk dimiliki dengan begitu budaya membaca siswa bisa berkembang  untuk menumbuhkan minat baca dapat menjadi  insan Indonesia yang multiliterat.

Untuk meraih itu semua dibutuhkan kerjasama ,guru,pustakawan ,komite sekolah ( perwakilan orang tua siswa ) dan Dinas pendidikan kab/kota dan dinas Perpustakaan, tulisan ini semoga bermanfaat dan menjadi referensi

KEMBALI KE ARTIKEL