Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Tragedi Siti Mati

11 April 2021   23:59 Diperbarui: 12 April 2021   00:01 193 9
TRAGEDI SITI MATI

Siti melindung diri di rumah tua
Suaminya mati dua minggu lalu
Saat bulan menjulurkan jari-jarinya
Pada pohon eru
Cahayanya lindap ditelan daun

Malam itu, suaminya  pergi tergesa
Memburu pandemi yang membunuh anaknya
Pada tubuhnya terdapat cap corona
Pada setiap titik uratnya darah berwarna hitam
Pandemi telah mengambil mata dan jantungnya
Secara bergantian mereka menghirup virus

Gagak masih melintasi kota-kota gelap
Entah ingin pergi atau menetap
Suaranya membumbung
Terkurung dalam kotak-kotak tempurung

Siti tergolek di ranjang merah
Menjilati cahaya yang melesap
Napasnya datang dan pergi terengah
Mulutnya mulai basah
Matanya mulai lelah
Otaknya kini terasa terbelah
Dari hidungnya mengalir tetes-tetes darah
Siti hilang arwah
Ke liang tanah merah

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun