Mohon tunggu...
KOMENTAR
Catatan

Mari Berhitung, Satu Pohon untuk Suplai 1 tahun Oksigen Dua Manusia

13 Mei 2013   21:59 Diperbarui: 24 Juni 2015   13:38 338 1

Rajin menabung, pangkal kaya. Slogan yang sudah kita kenal sejak anak-anak ini, tidak perlu didustakan kebenarannya. Namun yang kita bicarakan bukan tentang uang, melainkan pohon. Mari menabung pohon, untuk masa depan bumi. Menabung pohon, adalah soal mindset dan kebesaran jiwa akan tanggung jawab memelihara keberlangsungan alam. Satu batang pohon menyimpan sejuta kebaikan. Memang kita tidak akan merasakan manfaat menabung pohon dalam kedipan mata. Layaknya sebuah deposito berjangka, seperti itulah pohon. Pohon adalah simpanan untuk masa depan anak cucu kita. Jika sebatang pohon mampu menyerap sekitar 40 pon karbondioksida pertahun, artinya bagi sejuta hektar pohon sudah dapat meminimalisir emisi karbon kendaraan, yang berjalan sejauh 26.000 mil. Batas minimal partikulat pencemar udara atau PM10, sesuai dengan standar WHO adalah 20 mikrogram/m3.  Sementara beberapa kota besar dunia, khususnya Indonesia, angka pencemaran udaranya banyak yang melampaui angka tersebut. Emisi gas karbon yang sudah sampai pada tahap memprihatinkan, perlu untuk diantisipasi sedini mungkin. Efek rumah kaca adalah akibat yang sulit dihindari. Memang, pencemaran udara tidak hanya disebabkan oleh kendaraan bermotor. Namun mengingat begitu membludaknya jumlah kendaraan bermotor, tentu saja, angka emisi juga semakin meningkat. Partikulat pencemar yang terserap oleh sistem pernapasan, dalam angka yang melebihi batas normal bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Memburuknya kesehatan pernapasan, menurunnya kemampuan otak anak-anak hingga bahaya laten dari partikulat yang bersifat karsinogenik. Jika kebutuhan akan kendaraan karena mobilitas yang tinggi tidak bisa dikurangi, maka alangkah bijaksananya menyeimbangkan nya dengan menanam pohon. “Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)] Hadits ini sahih/ benar. Selain sebagai tabungan, dia adalah sedekah untuk tangan yang menanamnya. Siapa yang tidak menginginkan derajat tersebut? Kembali lagi pada nilai sebuah pohon, bahwa pohon punya sejuta kebaikan. Semua bagian pohon memberi manfaat, baik secara estetika maupun dari segi kesehatan. Dari sebatang pohon dewasa tunggal yang tumbuh, bisa memberi suplai oksigen untuk setahun penuh bagi dua orang manusia. Oksigen begitu dibutuhkan otak dan tubuh agar bisa bekerja secara maksimal. Jadi, mengapa masih merasa rugi saja, hanya untuk sebatang pohon. Mari mulai dari yang terkecil. Sediakan sedikit lahan di rumah untuk satu atau dua batang pohon. Setidaknya agar rumah terlihat asri dan penghuni rumah tidak saling berebut oksigen. Banyak jenis tanaman cantik yang bisa ditanam. Baik sebagai tanaman hias ataupun pohon-pohon buah yang bermanfaat. Untuk skala yang lebih besar, akan jauh lebih baik jika setiap kota memiliki taman, untuk meminimalisir dampak pencemaran. Sebagai tempat bersantai dan paru-paru kota. Banyak jenis pohon yang bisa dengan mudah tumbuh di tanah Indonesia. Contohnya saja sebatang Angsana. Angsana dengan nama latin pterocarpus indicus Willd, adalah sejenis pohon peneduh yang merupakan tanaman asli Indonesia. Selain itu, salah satu literatur menyebutkan, bahwa tanaman peneduh yang tahan cuaca ini ternyata juga berkhasiat untuk kesehatan. Remasan daunnya bisa menjadi obat bisul. Sementara  kulit batangnya bisa dijadikan obat kumur untuk sariawan. Serta masih banyak manfaat yang butuh pengkajian fitokimia lebih lanjut dari sebatang Angsana. Jadi, benar bukan, tidak ada ruginya menanam sebatang pohon?

KEMBALI KE ARTIKEL