Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Bella Ciao, AS Livorno

16 Oktober 2020   12:13 Diperbarui: 16 Oktober 2020   12:23 162 5

Budaya penggemar sepak bola acapkali dikritik dalam banyak kasus. Rasisme, sektarianisme, seksime, hingga pelecehan menjadi gambar kecil yang terjadi hampir di seluruh dunia. Di Italia, di mana teras sebuah klub sepak bola menjadi rumah bagi banyak kelompok fasis yang menyuarakan anti semit dan ujaran rasial lainnya.

Banyak kasus rasialisme yang muncul dari sepak bola Italia. Pemain berkulit hitam selalu menjadi sasaran empuk dari kelompok fasis yang menjamur di Italia. Namun, budaya fan sepak bola tak melulu selalu berkaitan dengan hal negatif. Budaya sepak bola juga dapat menumbuhkan solidaritas, persabatan, dan kebersamaan.

Ini juga yang menjadi inspirasi bagi klub Serie C, AS Livorno. Klub dan penggemar Livorno telah berdiri tegak hampir 105 tahun untuk menghadapi kebijakan dan tindakan politik sayap kanan yang berkuasa di Italia. Livorno adalah klub komunis yang keras dan tanpa rasa malu memegang teguh nilai politik tersebut.

Livorno sendiri di lihat dari kajian historisnya adalah kota pelabuhan yang cukup ramai di abad ke-15. Kota ini menarik banyak pegadang dari seluruh penjuru dunia mulai dari bangsa Yahudi, Turki, Moor, Armenia, Persia dan masih banyak kelompok lain. Kedatangan mereka ini menghasilkan populasi yang beragam. Tak heran jika moto kota ini adalah, 'Dari banyak orang menjadi satu'.

Dengan basis kelas pekerja dan populasi yang beragam, Livorno menjadi tempat kelahiran Partai Komunis Italia pada 1921 atau tiga tahun sebelum Associazione Sportiva Livorno Calcio berdiri. Jadi tidak mengherankan klub ini memiliki basis penggemar yang sangat militan komunis.

Di dalam Stadion Armando Picchi, utamanya di tribun utara, poster besar bergambar wajah Che Guevara menghiasi, ikon palu arit ditampilkan para penggemar dengan bangga tiap AS Livorno bertanding. Tak lupa, lagu kebangsaan Bella Ciao - yang belakangan kembali populer berkat serial Money Heist, dinyanyikan dengan bangga dan lantang oleh para penggemar.

Bahkan tiap tahunnya, para penggemar AS Livorno selalu merayakan ulang tahun tokoh revolusioner Kuba, Fidel Castro. Ulang tahun dari diktator Uni Soviet, Joseph Stalin juga dirayakan oleh para penggemar AS Livorno.

Tak hanya slogan dan tampila visual yang menjadikan klub dan penggemar ini berafiliasi dengan paham komunisme. Penggemar Livorno berulang kali juga menerapkan dan menyuarakan politik pembebasan untuk bangsa Irlandia dan Palestina. Dalam tataran lain, mereka juga pernah menggalang dana untuk para korban gempa Haiti.

KEMBALI KE ARTIKEL