Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Telenovela Ronaldo Kwateh

3 Juli 2022   05:46 Diperbarui: 3 Juli 2022   06:16 291 21

Enam bulan lalu, atau beberapa waktu sebelumnya, Ronaldo Kwateh disanjung. Banyak warganet yang benar-benar meninggikan nama Ronaldo sebagai calon bintang masa depan.

Performa debutnya melawan Timot Leste bersama timnas senior, memberi asa.  Dia menjadi pemain termuda yang pernah debut di timnas Indonesia, baru 17 tahun 3 bulan. Ya, Januari lalu dia debut untuk timnas senior.

Namanya santer jadi pemberitaan. Saat Sea Games Mei lalu, Ronaldo masuk skuat. Dia salah satu pemain muda di Sea Games. Nah, di Sea Games inilah performanya mulai disorot. Apalagi hanya main beberapa menit melawan Vietnam.

Namun, dia masih memberi goresan bagus karena mampu mencetak gol dengan tenang melawan Malaysia. Aksi individunya juga membuat Indonesia dapat penalti kala melawan Filipina.

Kemudian, Shin Tae-yong memilih mengikutsertakan Ronaldo ke Toulon Tournament, bukan ke kualifikasi Piala Asia. Di Toulon, nama Ronaldo beberapa kali disebut oleh komentator, pertanda sebagai wonderkid.

Tapi, menurut saya performa Ronaldo turun drastis kala di Toulon. Dia seperti kebingungan harus bagaimana. Tapi, sorotan pada tim di Toulon tak terlalu besar karena fans Indonesia sepertinya lebih menunggu kiprah timnas senior di kualifikasi Piala Asia 2023.

Setelah Toulon, Ronaldo kembali jadi andalan di AFF U19. Di laga pertama melawan Vietnam, Ronaldo main. Saya sendiri tak bisa melihat maksimal Ronaldo karena faktor sulitnya akses ke TV yang menyiarkan siaran langsung.

Tapi, saya melihat twitter. Ronaldo jadi pembicaraan. Bahkan pembicaraan yang negatif terkait performanya. Ronaldo dihajar habis-habisan oleg warganet.

Publik di warganet sepertinya memang kecewa berat dengan performa Ronaldo. Ya, hanya enam bulan, cerita Ronaldo berbalik. Dari dipuja jadi dicerca.

Mental

Pujian dan cercaan di dunia maya memang tak bisa dibendung. Orang dengan mudah memuji dan mencaci. Zaman memungkinkan orang-orang melakukan pujian dan cacian secara masif.

Bahkan  ada juga yang tiap harinya mencaci. Baik buruk orang lain, terus dicaci. Jadi memang tak bisa dibendung.

Daripada mencoba membatasi komentar orang, mendiang setiap orang disiapkan mentalnya. Atlet muda pun disiapkan mentalnya.

Jika pun dihajar di dunia maya, maka dia akan kuat. Kembali ke Ronaldo. Dia harus kuat dengan segala pujian dan cacian. Dia bisa meminta tips pada sang ayah yang juga pesepak bola. Misalnya, bagaimana bersikap ketika performa tak maksimal dan kena sorotan.

Sekali lagi, suara publik tak bisa dibendung. Sebab, zamannya memang memberi ruang besar pada publik untuk bicara.

Saya sendiri berharap dan ikut mendukung agar Ronaldo terus membaik. Sebab, masa depannya masih panjang. Terus belajar agar menjadi lebih baik di dalam dan luar lapangan.

Jangan terpuruk Ronaldo!

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan