Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen Pilihan

Pelacur Bermata Satu

9 April 2020   01:22 Diperbarui: 12 April 2020   02:15 65 1

Malam itu udara terasa hangat, angin sedikit berhembus, langit seakan ingin membuncahkan air keromantisannya. Aku berjalan perlahan di lorong yang penuh keramaian lelaki hidung belang.  Orang-orang menyebut jalan itu adalah jalan menuju surga, sebab di kanan dan kiri jalan itu telah berdiri lama segala bentuk rumah bordil. Jalan itu adalah jalan tercepat menuju ke rumah Rina, sahabat semasa aku duduk di bangku sekolah menengah atas.

KEMBALI KE ARTIKEL