Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Pagi, Jangan Hidangkan Luka

8 Juni 2021   05:27 Diperbarui: 8 Juni 2021   05:35 226 7
Ragu-ragu membaca namamu
Seikhlas malam undur diri, merelakan pagi tanpa ragu

Tertarik menulis kisah bak pantai terpisah dari pasir, tersiksa orang-orang menyebutmu amatir

Langit-langit, juga bintang-bintang. Ada pada barisan belakang kisah jika kau kenang

Angin laut menyapa bukit dalam tenang, terkekang  sambil menarik nafas mengutuk akhir menuju pulang

Mungkin saja, seperti aku, seperti laut, danau, juga bukit, sedang jatuh cinta padamu

Cahaya, sang surya menapaki jiwa-jiwa menyasar dengan kasar ke dasar sanubari

Kehilangan dingin, gelap yang pergi atau terang yang datang, sama-sama indah dipandang

Nafas hidup mengalir menyusuri lembah dingin di belakang kota, isyraratkan kita membuka mata

Dari jendela kaca, kicau burung rupa cinta, bunga-bunga tak bisa berbuat apa-apa

Pagi syahdu, merayu.
Ragu-ragu membaca juga gelisah menulis, hati sudah dipenuhi kagum

Relakan gelap, tak harus membenci malam.
Tapi sayang, cerita ini tertekan tak berakhir mengekang dan kadang kelam

Dan pagi,

Menulis, membaca, membenci sama-sama bergengsi merubah bising jadi emosi

Dan pagi,

Begitulah rasa suka, semua orang
Meraihmu dengan cinta dan cita-cita romantis tidak sempat terlintas dari bicara manis

Rona dan aroma mu, sepenuh hati dihirup.
Ada duka, tak ada luka, tak ada juga alur cerita itu tak mengapa

Pagi,

Aku suka, tapi tak bisa membacamu, menulismu sangat tergesa-gesa

Tak ada permulaan, akhir juga begitu. Jadilah romantis agaknya jatuh cinta terlalu manis

Mereka yang tersiksa, menunggu !
Sebelum mereka baca, ku pastikan sudah ku akhiri menulis untuk mu

Pagi,

aku suka
Itulah duka, juga cinta yang kadang akhirnya tersiksa, menderita

Pagi,

Meski tak dapat membacamu, tak sangggup juga melukis sebab-sebab, aku seperti tak tau diri 

Pagi,

Seduh sedikit sedih ini, biarkam sayang memenuhi hati dan isi kepala

Kadang suka juga duka, aku tak bicara tentang murka

Dan pagi,
Aku suka, jangan hidangkan luka

Aku menikmati mu,
Tanpa puisi-puisi, tanpa syair yang bergizi atau cerita tanpa kisi-kisi

Dan aku suka,
Hangatmu romantis, dan aku cinta seperti harapan yang tidak pernah buta

Bth, 08/06/21

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun