Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Esai dari Pinggiran: Syair di Antara "Ego" Peradaban

17 Oktober 2019   12:21 Diperbarui: 17 Oktober 2019   12:25 153 11

Pencuri nasib, tetap menjadi pasir bernyanyi di hempas ombak pantai kian kemari, oleh sekadar angin sepoi sekalipun. Tak perlu badai, sebab badai telah menjadi kepura-puraan pada satu kepentingan tersirat, sekalipun tersurat, seakan-akan sang syair dalam wacana lagu sendu atawa seolah-olah, alih-alih sedih amat.

KEMBALI KE ARTIKEL