Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Artikel Utama

Bertetanggalah

6 Oktober 2015   15:55 Diperbarui: 6 Oktober 2015   16:15 616 27
Saya pun merasakan warna-warni bertetangga. Baik di konteks kecil hidup di kos-kosan, sampai hidup berkeluarga. Kamar-kamar disamping kamar kos saya pun harus saya tahu. Juga saya akrabi siapa penghuni disamping kos saya. Karena saya tahu, merekalah yang akan dengan cepat membantu saya saat mengalami kesulitan. Sekarang, saat berkeluarga pun demikian. Tetangga samping kiri-kanan dan depan pun sering saya sambangi. Atau sekadar menyapa dan ngobrol di depan jalan saat sore hari, menjadi elemen penting kebutuhan saling menjaga antar tetangga.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun