Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik Pilihan

Apa Hasil "Misi Perdamaian" Indonesia

2 Juli 2022   16:00 Diperbarui: 2 Juli 2022   16:09 136 8

Presiden Jokowi dan rombongan mengakhiri kunjungan ke Eropa dan Uni Emirat Arab pada Sabtu, 2 Juli 2022. Kunjungan merupakan rangkaian dari kehadiran di  KTT G7  di Jerman. Seusai dari Jerman, Jokowi menemui Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, pada tanggal 29 Juli dan Vladimir Putin, Presiden Rusia, pada tanggal 30 Juli 2022.

Publik  di seluruh dunia menyoroti pertemuan Jokowi dengan kedua pemimpin negara yang sedang berperang. Di Indonesia, media menyajikan kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Jerman sebagai 'misi perdamaian'. Sejumlah pakar hubungan internasional menganggap bahwa Jokowi melakukan lebih dari sekedar misi perdamaian. Sebagian lagi menyebutkan kunjungan Jokowi merupakan pameran (showcase) politik internasional Jokowi setelah absen sekian waktu dan upaya untuk memberikan warisan (legacy) atas pemerintahan yang akan berakhir pada 2024.

Baca: Sepuluh Jam Kunjungan Jokowi di Ukraina dan Misi Perdamaian

'Misi Perdamaian' untuk Rusia dan Ukraina

Jokowi menyampaikan kepada publik bahwa kunjungannya ke Eropa tersebut adalah mendorong negara-negara G7 dan para pihak yang berperang untuk mengupayakan perdamaian di Ukraina. Selain itu, seperti juga dikutip dari situs Sekretariat Negara, Jokowi akan mengajak Presiden Ukraina dan Presiden Rusia untuk membuka dialog dalam rangka perdamaian untuk membangun perdamaian. Media nasional arus utama (mainstreaming)  menyebut bahwa Jokowi membawa 'misi perdamaian' dalam lawatannya tersebut. Hal ini menjadikan bahwa ekspektasi publik adalah untuk mengakhiri perang, yang nampaknya tidak terwujud karena perang pun tetap berlangsung setelah kunjungan dilakukan.

Baca: Pergi ke Jermain, Ukraina, dan Rusia: Apa Misi Jokowi

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan