Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Penerapan Teaching Factory untuk Meningkatkan Kompetensi Keahlian Siswa SMK

2 Oktober 2022   13:42 Diperbarui: 2 Oktober 2022   14:00 234 0

Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan kejuruan yang memiliki visi dan misi untuk menyiapkan lulusan tingkat menengah yang terampil, mandiri, dan berdaya saing dalam keberkejaan. SMK diharapkan dapat menciptakan lulusan yang berjiwa bisnis, cerdik, siap bekerja, kompetitif, dan mempunyai prinsip hidup, mampu meningkatkan budaya lokal dan mampu  bersaing secara global. 

Di era global saat ini, ditandai dengan semakin terbukanya  peluang bisnis dan kerjasama antar negara. Namun disisi lain, perubahan tersebut menimbulkan persaingan yang makin ketat dalam hal produksi barang, jasa, modal maupun tenaga kerja/sumberdaya manusia.

Dengan demikian sistem pendidikan di SMK mempersiapkan SDM yang siap menghadapai era tersebut dengan banyak menggali potensi siswa atau potensi yang ada di sekitar lingkungan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kurikulum pendidikan SMK harus dirancang dengan tepat untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu dan siap mengembangkan sikap spiritual dan social, rasa ingin tahu, kerjasama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik (Ariyanti, 2018). 

Kemampuan yang harus dimiliki para generasi muda dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0 adalah kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, berkomunikasi, bekerja sama, dan percaya diri (Tosepu, 2019). Meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi di era revolusi industri 4.0, satuan pendidikan perlu melakukan reorientasi kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman (Rosmiaty, 2018). 

Kurikulum SMK juga harus disesuaikan untuk dapat mengoptimalkan ketrampilan para lulusannya. Penyesuaian kurikulum melalui link and match perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan dunia industry yang menjadi sasaran utama dari lulusan SMK.

Link and match merupakan salah satu kebijakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang pernah ada dan dikembangkan untuk meningkatkan relevansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri khususnya. Setelah kurikulum sudah disesuaikan dengan tuntutan revolusi industry maka selanjutnya penerapan pembelajaran dan strategi pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut, pengembangan strategi pembelajaran di SMK harus berdasarkan prinsip-prinsip work-related learing, otentik-konteksual terkait dunia kerja sebagai proses penyiapan kapabilitas lulusan memasuki dunia kerja dan pengembangan karir kerja (Putu Sudira, 2018).

Pemilihan strategi pembelajaran berkaitan dengan cara-cara bagaimana pembelajaran itu didesain untuk membangun situasi dan kondisi belajar yang mendukung proses berlatih dan membangun kebiasaan kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang memperoleh kemudahan dalam mempelajarai bahan ajar, melaksanakan job sheet, berlatih skill teknis, sikap kerja, mental kerja, berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. 

Bagi SMK kemampuan kompetensi keahlian sangat diutamakan sebagai tolak ukur kualitas dari lulusan akan tetapi atribut etika juga memiliki peran yang tidak kalah penting sebagai tolak ukur dari lulusan SMK.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun