Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Rimba Dirambah Tak Tersisa

20 September 2021   08:59 Diperbarui: 20 September 2021   09:02 215 56

Rimba ini telah ada sejak nenek moyang kami. Rimba ini milik kami. Kami bebas membuka lahan. Kami ingin berladang. Siapa yang menghalangi, hadapi kami. Suara lantang berapi-api di tengah rimba lengang. Seorang pria berkantong tebal membawa sekompi pasukan.

Tebang, bakar. Rimba mulai dirambah. Pohon besar jatuh bergelimpangan. Diseret, dimutilasi, teronggok mati. Dijual di pasar gelap, untung berlipat. Ayo bakar, bakar. Rimba habis sekejap tak tersisa.

Demi komoditi laku di pasaran tak ramah lingkungan. Komoditi yang menyiksa bumi. Bumi makin panas, berpeluh dalam keluh. Rimba merana tanpa daya, intimidasi demi laba .

Alam semesta tak pernah menghaturkan pinta berlebih. Alam semesta  telah memberi lebih dari pinta. Alam semesta akan murka, diperlakukan sia-sia. Bersiaplah, bencana terkirim dari tangisan kesakitan rimba.  

FS, 20 September 2021



KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan