Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Puisi | Hanya Sebutir Debu

26 Maret 2020   12:05 Diperbarui: 26 Maret 2020   12:07 121 14

Di waktu pagi,
Dulu, semua acuh pada sang mentari
Sibuk sendiri
Kini, sinarnya ditunggu di tiap pagi
Sibuk berjemur berharap kuman lari

Di siang hari,
Dulu, semua lalu lalang mengitari jalan raya
Sibuk dengan segala urusan yang ada
Kini, tiap kota lengang tanpa manusia
Mereka mengurung diri tak kemana-mana

Mungkin Tuhan menegur hamba
Bahwa kita terlalu sibuk dengan dunia
Lupa menjaga raga
Mengotorinya dengan dosa

Kita, hanya sebutir debu yang siap dihembus dan menghilang oleh Pencipta

@fatmisunarya, 26 Maret 2020

KEMBALI KE ARTIKEL