Mohon tunggu...
KOMENTAR
Lingkungan

Moratorium Hutan Tanpa Alasan Logis

7 April 2013   08:21 Diperbarui: 24 Juni 2015   15:35 52 0

Problematika dari krisis lingkungan, memberikan persepsi luas tentang tindak lanjut dari apa yang sedang di programkan dan di jalankan sesuai dengan tujuan utama dari program yang disahkan. Seperti halnya, moratorium hutan. Sebagaimana dijelaskan, moratorium (penundaan) Hutan memberikan izin penebangan hutan masih dalam wilayah teka-teki, tanpa alasan yang akurat.

Manusia adalah motif ekonomi, segala yang ada di sekitar termasuk lingkungan bisa menjadi bahan mentah dalam produksi yang menguntungkan. Seperti halnya hutan sendiri, jika tidak ada segi pemanfaatan secara ekonomis, maka jalan pintas pun dianggap pantas. Seperti penanaman pohon sawit yang jelas memberikan nilai ekonomis sendiri.

Memang sejak dahulu, motif ekonomi terus merajai. Sebab dan akibat masih saja terjadi di tengah masyarakat. Penebangan hutan dari segi ekonomi, bisa menjadi nilai rupiah yang berlimpah ruah ketika hendak di manfaatkan dalam perdagangan. Terjadi kebakaran hutan, hal demikian pula sebagai sebab akibat yang ingin sekali mengambil alih fungsi hutan menjadi bangunan yang besar untuk produksi yang memang meumbuhkan nilai ekonomi.

Penanaman pohon sawit pun menjadi alasan, kenapa penebangan hutan harus dilakukan. Sepertinya tidak ada jalan keluar tentang fungsi dari moratorium hutan. Melihat perilaku dari masing-masing orang menginginkan keuntungan lebih dengan memanfaatkan lingkungan yang dirasa secara tindakan kurang begitu baik untuk melestarikan hutan hijau di Indonesia. Perlu sebuah penekanan tentang visi dan misi moratorium hutan itu sendiri. Hal demikian, yang bisa menyurutkan niat untuk melakukan penanaman sawit di sekitar lahan bekas penebangan hutan.

Yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama tentang pelestarian hutanindonesia ini adalah mencari alasan yang tepat apa yang kita cari selama jeda pemberian izin penebangan hutan dalam kata lain moratorium hutan. Tindakan tepat dalam pelestarian itu sendiri. Jika manusia sudah terbungkam dengan nafsu ekonomi, maka kita cari bagian hutan mana yang bisa menghasilkan nilai ekonomi dan meningkatkan pendapatan warga sekitar hutan serta pihak yang akan melakukan alih fungsi hutan menjadi pabrik atau penanaman pohon sawit.

Kita pun sudah tahu, secara umum. Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia, mengurangi dampak global warming. Selanjutnya, jika kita adalah satu dalam negara Indonesia yang telah merdeka ini. Tentu ada kesadaran bukan hanya pelestarian hutan. Tapi, kepedulian akan sesama. Saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar hutan. Jika terjadi penebangan hutan yang terus berjalan, apa kita tega membaca seluruh media massa yang tertulis ratusan korban akibat hutan gundul, alih fungsi hutan yang mengakibatkan bencana alam disekitar hutan.

Setelah kita analisa tentang moratorium hutan dari penjelasan diatas. Kita semakin jelas, apa yang menjadi keutamaan menjaga hutan indonesia terus lebat. Pertama, Hutan sebagai paru-paru dunia. Kita semua adalah makhluk hidup yang membutuhkan hidup. Tanpa adanya udara atau oksigen, apa kita bisa bertahan hidup?? Tanyakan pada diri kita sendiri, setelah itu kita sebarkan virus positif ini kepada khalayak umat. Dari muda sampai yang tua. Tidak membedakan umur, semua bisa memberikan sumbangsih agar hutan kita tetap terjaga.

Kedua, kita adalah sebangsa setanah air. Sudah tentu kita harus peduli antar sesama manusia. Memberikan kenyamanan dan keselamatan hidup.ketika kita menjaga keelestarian hutan, berarti kita peduli akan mereka untuk terhindari dari segala macam bencana yang diakibatkan hutan gundul. Untuk itu, moratorium hutan ini bisa deskripsikan apa yang bisa diberikan mungkin sumbangsih dalam mengurangi jumlah pengangguran yang berakibat pada munculnya ide untuk memanfaatkan lahan hutan menjadi perkebunan sawit. "lindungi Hutan sama dengan Lindungi Keselamatan bersama"

KEMBALI KE ARTIKEL