Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

"Nonik Itu Ibuku"

24 Juli 2021   10:20 Diperbarui: 24 Juli 2021   10:39 84 4

Pohon kersen. Daunnya berguguran diterpa angin. Ditengah terik pukul dua siang.air laut tepi-tepi daratan. Pantai sibuk lalu lalang. Kursi panjang bambu reyot. Peluh meleleh dari dahinya. Perempuan rambut ombak laut. Kulit putih susu. Mata kecil jeli sempit. Ibuku. Seorang nonik yang tak peduli tatapan tajam menikam. Saban hari bergumul asinnya peluh. Tunggu perahu-perahu bersauh. Berlari mengejar kesana kemari sepanjang bibir pantai.  Hitung receh diantara amis keranjang ikan. Berebut bersaing dengan tengkulak besar dan orang kecil lainnya. Sekeranjang dua keranjang cukup untuk satu siang. 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan