Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pemerintahan

Jokowi Gagal "Berkawan" dengan Covid, Kini Nyawa Rakyat Dikorbankan

23 Juli 2020   10:05 Diperbarui: 23 Juli 2020   10:22 89 3

Sampai hari ini jumlah orang terpapar virus Corona atau Covid-19 masih terus meningkat. Belum ada tanda-tanda berakhir meski jumlah yang sembuh juga cenderung naik. Berdasar data Satgas Covid-19, dalam seminggu terakhir terjadi pertambahan kasus Covid-19 rata-rata 1.500-an kasus per hari.

Per tanggal 21 Juli 2020 tercatat 89.869 orang terinfeksi virus Corona. Angka ini menunjukkan intensitas penyebaran pandemi Covid-19 belum berhenti, bahkan  masih tergolong tinggi.  

Presiden Jokowi pun ambil langkah yang penuh tuai kritikan. Ya, mantan Wali Kota Solo itu membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Lalu menggantinya dengan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Lagi-lagi yang diprioritaskan kestabilan ekonomi Negara. Bukan keselamatan rakyatnya, yang suatu saat virus asal Cina tersebut menyerang seketika.

Dilihat dari struktur yang hampir keseluruhan dirombak oleh Presiden jadi tanda tanya sendiri buat saya dan publik. Kenapa? Karena Satgas langsung di ketuai Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Ketua Pelaksana. Tugasnya mengkoordinasikan antara Satgas Penanganan Covid-19 yang dikomandoi Doni Monardo dan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipimpin Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin.

Lalu, fungsi dan tugas dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto apa? Bukannya ini merupakan krisis darurat kesehatan? Permasalahan ekonomi buntut dari permasalahan pandemi kesehatan. Bukan sebaliknya, ekonomi yang menjadikan pandemi ini sumber dari permasalahan yang tengah melanda tanah air.

Ini menunjukan Jokowi lebih mengedepankan urusan ekonomi ketimbang nyawa rakyat Indonesia. Padahal, mestinya nyawa yang diutamakan. Ekonomi bisa dibangun lagi, tetapi orang mati tidak bisa dihidupkan lagi. Terlebih, keputusan yang diambil oleh Presiden Jokowi bisa dibilang salah tidak mengambil langkah lockdown sedari awal. Kini? PSBB gagal, New Normal tak mampu melenyapkan virus corona.

Jadi benar apa yang dikatakan politisi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Dirinya menilai tantangan bagi komite yang baru dibentuk oleh Jokowi cs memastikan arahnya sudah benar. Jangan sampai kita buang peluru sebanyak-banyaknya tapi enggak sampai sasaran.

Begitupun politisi dari partai berlambang mercy lainya. Syarief Hasan, Irwan, dan Andi Mallarangeng yang menyebut Komite yang baru saja dibentuk oleh Presiden Joko Widodo harus lebih baik mendahulukan penanganan virus Corona.  Darurat kesehatan diutamakan, baru perekonomian diperbaiki. 

KEMBALI KE ARTIKEL