Mohon tunggu...
KOMENTAR
Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Kue Srikaya, Hidangan Khas Ramadan yang Dirindukan

16 April 2021   06:53 Diperbarui: 16 April 2021   07:01 700 16


Tak terasa sekarang sudah memasuki hari keempat puasa ya. Bulan Ramadan kali ini kita masih harus bersabar, karena menjalaninya disituasi pandemi seperti ini.

Ramadan bulan mulia yang sangat dirindukan. Di dalamnya banyak keistimewaan. Mulai dari pahala yang dilipatgandakan, turunnya Al Quran, melakukan shalat tarawih hingga berburu lailatul qodar.

Khas Ramadan yang Dirindukan

Bulan Ramadan biasanya akan banyak hal-hal khas yang kita rindukan. Mulai dari ibadah-ibadah khsusu yang hanya dilaksanakan di bulan suci ini, seperti shalat tarawih dan melakukan itikaf di masjid.

Ramadan menjadi lebih seru saat melakukan ngabuburit berburu takjil. Namun nampaknya hal ini masih harus ditahan dulu. Pandemi membuat kita harus lebih banyak berada di rumah saja. Melakukan protokol 5M : memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.

Hasrat berburu takjil ditahan dulu. Sebisa mungkin buat takjil sendiri di rumah.

Kue Srikaya, Takjil yang Selalu Dirindukan Saat Ramadan

Bicara soal takjil, ada satu takjil favorit saya setiap Ramadan tiba. Apa itu? Jawabannya adalah kue Srikaya.

Kue Srikaya ini menjadi hidangan takjil favorit saya sejak kecil. Dan memang hanya saat Ramadan saja saya bisa menikmati kue lezat ini.

Kue lembut dan manis ini memang cocok dinikmati sebagai takjil saat buka puasa tiba. Saat menikmati kue ini, saya teringat hangatnya buka bersama umi dan abi, kakek nenek saya yang sudah lama tiada.

Umi selalu memasak kue ini saat Ramadan. Tak ada acara berbuka tanpa kue ini. Nikmatnya kue srikaya dingin buatan umi masih terkenang di lidah saya. Ah, jadi kagen umi.

Asal Usul Kue Srikaya

Besar dalam lingkungan keluarga keturunan Arab yang tinggal di daerah Ampel, membuat saya akrab dengan berbagai hidangan khasnya. Mulai dari nasi kebuli, sambosa, krengsengan kambing hingga kue srikaya ini.

Awalnya saya mengira kue srikaya ini adalah hidangan asli Ampel Surabaya. Namun faktanya, kue ini berasal dari Palembang.

Kue ini menjadi salah satu hantaran wajib saat upacara pernikahan di Palembang. Kue srikaya memiliki dijadaikan lambang kelanggengan hubungan, baik dengan keluarga maupun orang lain.

Tak hanya di pesta pernikahan saja. Kue ini juga biasa dijumpai pada acara-acara spesial lainnya, misalnya saat tahun baru dan lebaran.

Kue srikaya ini memiliki makna filosofi yang dalam.  "Sri-Kaya" berarti dewi padi yang mendatangkan kemakmuran. Kue ini dianggap sebagai simbol kemakmuran. Kue ini juga disebut sebagai makanan mertua. Sebab kue ini sering menjadi hantaran yang dikirim menantu kepada mertua.

Dari namanya, banyak yang menduga bahwa kue ini berasal dari buah Srikaya. Namun, kenyataannya tidak ada buah srikaya dalam pembuatan kue ini.

Tapi memang pada awalnya kue ini terbuat dari buah srikaya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, bahan pembuat kue ini pun berubah.

Buah srikaya digantikan oleh bahan lain yang menyerupai. Ini menunjukkan kemajuan ilmu pengetahuan manusia yang dapat melakukan rekayasa terhadap makanan sehingga menghasilkan rasa yang sama seperti buah srikaya asli.

Di Palembang, kue srikaya berwarna hijau, sebab ada campuran daun pandan. Tetapi kue srikaya yang biasa saya makan berwarna cokelat. Terbuat dari campuran gula merah.

Resep Kue Srikaya

Membuat kue srikaya ini sangat mudah. Bahan-bahannya juga gampang di dapat.

Bahan :

- 6 butir telur ayam kampung
- 100 gram gula merah
- 2 bungkus santan instan @35 ml

Cara :

- campur semua bahan
- blender semua bahan sampai mengembang
- letakkan di wadah, kemudian kukus 30 menit

Kue srikaya bisa dinikmati saat hangat ataupun dingin. Kalau ingin dingin, setelah matang, letakkan di lemari es terlebih dahulu.

Selain bisa dimakan langsung, kue ini juga bisa disajikan dengan roti tawar ataupun ketan. Tergantung selera. Kalau saya, kebanyakan dimakan langsung. Dinikmati seperti makan puding.

Kue srikaya adalah hidangan khas Ramadan yang selalu saya rindukan. Bagaimana dengan teman-teman? Apakah punya hidangan khas Ramadan yang dirindukan?

Yuk saling berbagi di kolom komentar.

Terima kasih

KEMBALI KE ARTIKEL