Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Tikus dalam Lemari

13 September 2020   03:00 Diperbarui: 13 September 2020   03:13 23 2

Gaduh kudengar saat hendak memejamkan mata
Memaksaku terjaga, sebuah suara gerogotan taring beradu dengan kayu lemari
Tubuhku terlalu lunglai untuk bangkit dari perapian, namun tanyaku menyalakan bara keingintahuan
Kudekati bongkahan kayu itu, sambil kuenyahkan rasa takutku
Tanganku menggenggam batang sapu, lalu kuketuk lemari itu dengan bunyi keraguan
Tak ada tanda, tak ada cahaya, bagai berdiri di sebuah terowongan panjang yang tak tampak ujungnya
Bunyi dari dalam muncul lagi, menyusul gagang sapuku yang terantuk kesekian kali
Entah dia atau diriku yang diselimuti amarah, kotak kayu itu jebol tak mampu menahan
Kujumpai teman kecil dibaliknya, yang sedang duduk bertopang dagu
Seekor tikus seukuran bohlam, tampak terkejut oleh tingkahku
Lalu ia berlari ke balik lemari yang gelap, pengap dan berdebu
Aku sudah tak berambisi merebutnya
Tapi, bagaimana bisa tikus mungil ada di lemari tak berpintu?

KEMBALI KE ARTIKEL