Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Ahok Di-Angket Malah Ter-Angkat: Santun Itu Jujur!

27 Februari 2015   23:58 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:24 1003 17
Belum selesai ribut ribut KPK vs Polri, sudah muncul kehebohan baru para anggota DPRD DKI Jakarta mengangketkan Ahok gara gara anggaran yang diajukan ke Mendagri tidak sesuai keinginan mereka.

Tidak perlu orang genius untuk bisa menilai pertikaian ini disebabkan karena Ahok tegas menolak pos pos "siluman" yang tidak jelas dan tidak bermanfaat bagi rakyat.

Lagi pula sepanjang pengetahuan saya (tolong koreksi jika salah), mana ada hak budgeting oleh DPRD?. Bukannya fungsi dan tugas utama DPRD adalah mengawasi penggunaan anggaran oleh eksekutif agar tidak melenceng dari tujuan semula?.

Lagipula anggaran pengadaan UPS senilai 6 milyaran memang sangat tidak masuk akal. Teknologi itu berguna kalau tepat sasaran, efisien dan efektif pemakaiannya. Apa tidak lebih baik 6 milyar itu dipakai untuk gedung dan peningkatan tunjangan para guru?.

Yang lebih aneh lagi anggota dewan yang ngotot dengan pengadaan UPS "super-duper-canggih" sampai harganya tujuh langit nirwana itu, malah menolak e-budgeting yang disarankan Ahok agar semua bisa transparan. Ini benar benar mengherankan dan bikin takjub. Barangkali kalau Albert Einstein disuruh menganalisa hal ini, otak dan janggutnya juga keburu ubanan dini.

Tapi saya malah suka Ahok di-angket, agar semuanya jelas, dan yang pasti rakyat bisa menilai sendiri mana yang benar benar berjuang demi rakyat dan anti penilepan!.

Pak Ahok.. tidak usah kesana kemari meminta pemimpin partai untuk menghentikan hak angket DPRD. Biar saja mereka mengambil haknya agar kecurangan bisa terbuka sejelas jelasnya, dan sulap sulapan anggaran yang selama ini berlangsung menyengsarakan rakyat, segera diketahui tanpa ada yang ditutup tutupi seolah oleh demi kepentingan rakyat.

Pak Ahok, yang benar dan jujur itu tidak perlu dibela bela.  Kebenaran akan membela dirinya sendiri. Tidak usah takut untuk teguh berdiri diatas yang benar dan jujur. Pada akhirnya ketika semua berlalu dan kocar kacir, yang tetap berdiri teguh hanya kebenaran.

Tidak usah khawatir dimakzulkan. Tidak jadi Gubernur DKI juga bapak tidak akan mati kelaparan. Saya percaya dan yakin bahwa jabatan itu adalah amanah rakyat dan ditakdirkan oleh Tuhan. Anda berada di kursi panas bukan tanpa maksud. Negara ini butuh orang berani menyuarakan kebenaran tanpa harus takut dan munafik.

Saya sependapat dengan pak Ahok, jujur itu santun. Buat apa bicara lemah lembut seakan akan baik tapi isinya penuh tipu muslihat?.

Biarkan saja mereka berkompi kompi bersekutu melawan anda. Rakyat ada dibelakang pak Ahok melawan kezoliman. Sudah cukup uang rakyat digerogoti untuk membiayai gaji dan segala fasilitas mewah angota dewan,  tanpa hasil kerja yang benar benar dirasakan bermanfaat bagi rakyat.

Kita ini sebenarnya ingin keluar dari kemiskinan dan korupsi atau tidak?. Pemimpin seperti Ahok layak, bahkan harus dijaga.

Kritikan pedas soal Ahok yang emosian, sebenarnya kurang bisa membedakan mana yang penting dan yang non-esensi. Kalau tidak dibikin marah dengan tingkah laku dan argumen aneh aneh, saya pikir Ahok juga bukan orang gila yang marah marah tanpa sebab.

Bagaimana mungkin korupsi dan penggerogotan uang negara dilawan dengan lemah lembut?. Lihatlah apa yang didapat dengan bersembunyi dibalik kesantunan tapi penuh kecurangan!. Rakyat terus hidup miskin di negri kaya raya.

Pak Ahok.. ijinkan saya mengatakan ini mengikuti gaya anda yang blak-blakan.."Ahok.. lu memang tionghoa nekat setengah gila.. tapi membanggakan!. Maju terus Ahok.. tetap semangat dalam kejujuran dan kebenaran. Rakyat bersama anda. Tuhan memberkati dan menjaga anda dalam kebenaran.

Thank God it's Friday..! Keep rocking pak Ahok.. stay gorgeous everyone. Keep kindness alive.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun