Mohon tunggu...
KOMENTAR
Ekonomi Pilihan

Target SMI Bukan Tax Amnesty, tetapi Dirty Money & Underground Economy!

23 Agustus 2016   11:25 Diperbarui: 23 Agustus 2016   12:00 1027 3

Bukan hal yang mengejutkan jika hingga 22 Agustus 2016 tambahan penerimaan negara melalui Tax Amnesty baru mencapai IDR 908 Miliar. Dalam kondisi penerimaan negara yang tidak mencapai target, berbagai upaya mendapatkan "extra income" dilakukan seperti pada 2015 melalui kebijakan Revaluasi Assets. (Lihat artikel : Insentif PPh Revaluasi Aset Solusi Keliru). Dalam realitas kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami resesi (penurunan pertumbuhan) dan sejalan dengan berkembangnya "New Normal" perekonomian global, maka tidak dapat dipungkiri penerimaan pajak akan tertekan. Dalam kondisi normal baru tersebut, sektor private Indonesia mengalami masalah yang dikenal sebagai Resesi Neraca (Balance Sheet Recession) (Lihat artikel : Panorama Pelangi di Tengah Krisis Ekonomi Global). Memahami tekanan pertumbuhan global dan deflasi komoditas serta fenomena "Oil Glut", langkah Fokus Infrastruktur Domestik merupakan pilihan tepat. Langkah membangun dan memantapkan infrastruktur ini akan memberikan dampak langsung berupa lapangan kerja, pendapatan dan peningkatan konsumsi. Sedangkan dalam jangka panjang memberikan dampat pada peningkatan Human Capital (pendidikan, pengetahuan dan keahlian atau knowledge & skill), peningkatan sarana dan prasarana demi mendukung kegiatan ekonomi dan sosial, serta meningkatkan Comparative Advantage (khususnya perbaikan dalam kemudahan usaha serta faktor logistik).

KEMBALI KE ARTIKEL