Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Secuil Amanah Malam Tahun Baru

31 Desember 2020   19:06 Diperbarui: 31 Desember 2020   20:19 105 7
Kawan, Apakah dalam benakmu tahun baru
Hanya sekedar meniup terompet, membakar jagung dan menyalakan kembang api?
Atau sebuah momen tukar menukar kartu ucapan lewat gadget sakti?
Balada tangis manusia tong sampah masih lantang terdengar
Mengharap jejalan tangan-tangan dermawan

Tahun baru bukan ajang menumpuk harapan palsu
Kiat penuh peluh itulah penentu hari-hari di hadapanmu
Tumpukan kertas yang terbakar nampak biadab
Sedang menyerap syair-syair didalamnya merupakan kenirmalaan

Tahun baru hanyalah bertambahnya sedigit angka belakang setahun silam
Jika dirimu masih mengharapkan nangka tanpa mengupas kulitnya
Maka pegas jam dindingpun akan kendor
Terbengkalai, oleh perabot-perabot lawas tak berfaedah

Adorasi lahir batin perlu digalakkan
Merevolusikan diri tuk bermetamorfosis sejenak
Melepas segala atribut pesing
Digantikan dengan rucita filosofi kurma

Secuil Amanah ini
Menitipkan catatan bagimu
Agar menunduk sedetik
Menggali memori sewarsa lampau
Tuk merangkul warsa-warsa dipelupuk mata

Maap puisinya nggak terlalu indah (dibuat mendadak)
Semoga bermanfaat

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun