Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Mampukah Karo Mempertahankan Budayanya?

17 Februari 2013   21:10 Diperbarui: 24 Juni 2015   18:09 118 0

CATATAN IAN SINTUA ;

disini saya akan membahas 3 topik tentang Budaya Tanah Karo simalem.. Semoga berkenan

3 TOPIK PEMBAHASAN

Siapa yang melestarikan..? Mengapa kita tertinggal...? Budaya dan modernisasi..?

Siapa yang melestarikan budaya Tanah Karo simalem ini..?

Pertanyaan kecil ini namun bisa menghasilkan kontroversi yang cukup besar. Namun menurut pandangan saya.Yang harus melestarikan budaya kita ini adalah KITA.Karena kita adalah putra/i daerah dan kita dituntut untuk menjaga budaya kita ini.jangan sampai budaya yang sudah dibuat nenek moyang kita ratusan tahun lalu punah begitu saja.apakah kita tidak menghargai usaha keras para beliau semua yang sudah menciptakan.dan kita hanya disuruh melestarikan bukan membuat budaya kembali. Namun apa boleh dikata,semua puta/i karo hanya bisa diam dan diam jika disuruh mengembangkan budayanya.lebih baik mereka mengembangkan budaya luar daripada budaya mereka sendiri.kesedihan yang cukup pedih saya rasakan di dalam perkembangan jaman yang begitu luar biasa ini.

apakah sekarang budaya kita hanya bisa dilihat kepunahanyya,apa budaya kita hanya dipertunjukan di acara tertentu.melihatkan bahwa ini budaya kami.. mengapa tidak setiap hari anda mengembangkan,menciptakan karya yang bukan tidak mungkin budaya kita dilihat orang luar sebagai ciri khas daerah yang luar biasa ini.2.Mengapa Kita Tertinggal

Mengapa kita tertinggal..? Sama seperti jawaban yang pertama.karena tidak ada yang melestarikan budaya kita ini. terhitung beberapa orang saja yang mau melestarikannya.kita cuma bangkit jika ada orang luar mengKlaim budaya kita. Jika sudah mengerti seperti itu mengapa kita tidak melestarikan saja.kita bangkitkan rasa kecintaan kita terhadap budaya kita. 3.Budaya dan Moderninsasi. Memang pas yang dikatakan penyanyi Karo "USMAN GINTING""GENERASIKU AKU KECEWA,ADAT ISTIADAT LANAI ANGKANA" Sebuah kata yang begitu dalam jika diartikan.memang kenyataan sudah membuktikan bahwa modernisasi membuat muda/i karo tidak melestarikan budayanya. Semua berawal dari kata gengsi.MALU akan budayanya membuat semakin lama budaya kita ini tidak ada penerus. Malu melihat budayawan yang lebih banyak menyukai budaya kita. Karena jika anda lihat,lebih banyak warga mancanegara menyukai budaya kita daripada kita.

Jika terus menerus begini,apakah 50 tahun lagi.budaya karo hanya ada di YOU TUBE/ dan jika terus menerus begini.apakah cucu kita masih bisa menikmati hasil budayanya.. Dan yang paling memalukan.apakah TURANG MAKAN TURANG akan sah.seiring budaya yang semakin lama semakin rusak. RENUNGKAN SEJENAK.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan