Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Belantara

11 Maret 2021   23:01 Diperbarui: 11 Maret 2021   23:03 61 6

Aroma tanah becek, menyibak penciuman.
Pohon-pohon rindang tetap dalam barisan.
Gemercik air dari puncak daun,
tak menghapus sukma yang sedu.

Gaduh riuh
meninggalkan rapuh.
Meratapi sepi, karena dosa sendiri.
Tersesat mencari jalan pulang,
diantara cekaman misteri belantara; menderita.

Gelap dan suram; mencekam.
Bibir terus bergetar, tak terhenti.

Daun-daun basah
gemulai jatuh ke tanah.
Meruak, tenggelam di dalam genangan air.

Perlahan, silir semilir angin menusuk pundak.
Menyejukkan sesaat.
Seolah ada jawaban akan ampunan dosa.

Aku,
bersimpuh berlafadz doa,
melirihkan ampunan.
Kepada Yang Kuasa.

KEMBALI KE ARTIKEL