Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Pada Sebuah Malam Musim Hujan di Tepi Muara Sesumpu

28 Januari 2021   12:40 Diperbarui: 28 Januari 2021   12:46 556 95
Pada Sebuah Malam Musim Hujan di Tepi Muara Sesumpu


Penghujung sore musim hujan di tepi muara sesumpu
Sepanjang senja menikmati semilir angin
Waktu yang tepat untuk rehat sejenak; kerja rutin
Telah merampas hak tubuh

Terhanyut dalam suasana alam sejuk
Berpikir jika tak cukup sekedar istirahat
Ini waktu yang pas untuk menikmati menu pavorit
Teh panas dan pisang keju

Kulihat Kau datang melewati lebat hutan bakau
Aku merasakan aroma kuda putih tunggangan
Suaranya melengking
Mengagetkan sekumpulan burung bangau

Langkah kakimu pasti
Mengisyaratkan rindu
Semakin mendekat ke arahku berdiri
Semakin dekat semakin melaju

Aku yakin pada sebuah hakikat
Bahkan sesuatu di luar nalar
Seperti dirimu percaya; Tuhan, simpati, empati, suka dan duka
Dan rindu yang datang tak kasat mata

Aku menyukai keadaan ini
Engkau hadir dan hutan-hutan menyigi
Engkau begitu menyukai senja berkabut
Dan hujan yang rinainya pelan meluruh

Malam mulai merasuk dingin
Bulir air tiada henti merilis
Lengan hujan memapah tubuhmu
Menyusup diantara dua bukit ranum

Angin menghela nafas panjang
Bermukim dalam gigil tubuhmu
Mengendap perlahan di sela-sela batu
Dan rerumputan basah alas kita bercengkrama

Langit terlihat gelap
Gemerlap lampu-lampu perahu nelayan
Memantulkan bias-bias cahaya
Romansa menggema seketika

Wajah-wajah kian menyepi
Dua pohon rindang rebah di selasar
Berbaring letih tanpa alas di atas taman terbengkalai ditepi air
Seiring; Kumbang malam khusyuk menghisap madu kembang matahari

Penajam Paser Utara, 27 Januari 2021
Ali Musri Syam Puang Antong

* Muara Sesumpu: Nama muara Sungai di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun